Tips Mengenalkan Huruf Kecil Kepada Anak

Reading Time: 6 minutes

Sub Topik:

Pengenalan huruf kecil pada anak usia dini merupakan dasar penting yang dalam mengembangkan kemampuan literasi anak, khususnya pada kemampuan menulis dan membaca. Mengenalkan huruf pada anak dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Oleh karena itu dalam artikel ini, Anda akan diberikan tips atau ide cara yang menyenangkan dalam mengenalkan huruf kecil kepada anak.

Apa itu Huruf Kecil?

Secara umum, huruf kecil merupakan huruf yang lebih kecil dan pendek dibandingkan huruf kapital. Meskipun begitu, huruf kecil tak jarang memiliki bentuk yang berbeda dengan versi huruf kapitalnya,  contohnya huruf “a” dari versi huruf besar “A”, “q” dengan “Q”. Huruf kecil paling sering digunakan dalam penulisan teks sehari-hari, sedangkan huruf kapital cenderung dipakai pada kata dengan aturan yang sudah ditentukan oleh PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Pada Usia berapa Anak Belajar Huruf Kecil?

Anak cenderung belajar huruf besar terlebih dahulu sebelum belajar huruf kecil. Hal ini dikarenakan huruf besar lebih mudah untuk dikenali dan ditulis. Latihan saat belajar huruf besar akan membangun kemampuan dasar mengingat dan mengenal bentuk anak yang akan memudahkan anak belajar huruf kecil nantinya. 

Beberapa sumber menyatakan pengenalan huruf kecil dapat dimulai ketika anak berusia 3-4 tahun, namun perlu kita ingat bahwa setiap anak memiliki laju perkembangan yang berbeda.  Beberapa anak mungkin bisa mulai belajar huruf kecil lebih lebih awal maupun lebih lambat. Ini berkaitan erat dengan perkembangan kognitif, bahasa dan motorik halus anak.

Ide Mengenalkan Huruf Kecil Kepada Anak

Pengenalan akan huruf kecil dapat dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan, tapi tidak semua orang tua bisa menerapkan hal ini dan menyebabkan anak jenuh dalam belajar huruf. Dilansir dari beberapa sumber acuan, cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan huruf kecil pada anak:

1. Alphabet Games

  • Cari Huruf
    Anda dapat menginstruksikan anak untuk mencari huruf yang Anda inginkan di ruangan yang Anda tentukan. Misal Anda ingin anak menemukan huruf “b”’, maka tunjukkan huruf “b” dan ajak anak untuk menjelajah dalam menemukan huruf “b” pada setiap benda dalam rumah.
  • Matching Games
    Susun kartu huruf di depan anak dan ajak anak untuk mencocokkan pasangan huruf kapital dan huruf kecil seperti huruf  “a” dengan huruf “A”. Anda juga dapat memainkannya dengan cara mencocokkan huruf sesuai dengan nama benda seperti huruf  “m”  untuk gambar “mata”, “j” untuk “jeruk”. Ini akan membantu anak mengingat huruf dengan bantuan visualisasi benda.
  • Bermain Stiker
    Ajak anak untuk menempelkan stiker dots sesuai dengan pola huruf yang sudah digambar. Setelah selesai menempel, ajak anak untuk mengucapkan nama huruf yang ia lihat.
  • Tracing Games
    Anda dapat mengajak anak untuk menulis anak mengikuti pola yang diberikan di atas buku, di atas nampan berisi tepung atau pasir. Ajak anak untuk mengikuti arah garis dan menyebutkan nama huruf setelah selesai menulisnya.
  • Bermain Playdough
    Ajak anak untuk membentuk huruf kecil menggunakan plastisin atau playdough. Ini dapat memudahkan anak mengingat bentuk huruf dan melatih motorik halus anak.

2. Gunakan Media yang Menstimulasi Visual Anak

  • Poster dan Flash Card
    Anda bisa menyediakan poster besar ataupun flash card berisi huruf kapital yang disertai dengan gambar yang relevan seperti huruf “a” dengan gambar apel, atau “b” untuk gambar buku. Anda bisa menempel poster di tempat-tempat yang sering dilalui oleh anak dan memakai flash card dalam mengenalkan huruf kapital di berbagai tempat yang Anda dan anak kunjungi.
  • Busy Book atau Buku Alfabet  

    Busy book juga menjadi alternatif yang menarik, dimana buku ini tidak hanya menunjukkan bentuk-bentuk huruf tapi menyajikan aktivitas-aktivitas yang menstimulasi daya ingat, motorik halus dan visual anak. Busy book adalah buku yang biasanya terbuat dari kain flanel dan didalamnya berisi berbagai macam bentuk yang nantinya dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas anak- anak, mendorong kemampuan motorik dan sensoriknya.

    Anda juga bisa menyediakan buku-buku anak yang khusus mengenalkan huruf kecil yang memiliki ilustrasi yang menarik. Buku ini dapat memberikan Anda kemudahan untuk mengenalkan huruf dalam berbagai situasi karena lebih praktis untuk dibawa kemana saja
  • Video Animasi
    Video animasi yang edukatif dan interaktif tentu dapat menarik perhatian anak dalam mengenal huruf kecil. Hal ini juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk mengenalkan huruf kecil karena hanya membutuhkan gawai dan beberapa aplikasi yang mudah sekali untuk diakses. Namun orang tua perlu menentukan batasan yang tepat dalam screen time anak agar kesehatan mata tetap terjaga dan aspek lainnya dapat berkembang dengan baik.

3. Berikan Media untuk Latihan Menulis
Kemampuan anak untuk mengingat bentuk huruf kecil dapat didukung melalui latihan menulis huruf itu sendiri. Anda dapat:

  • Menyediakan kertas atau papan tulis sebagai media anak untuk berlatih menulis.
  • Menyediakan alat tulis yang beragam seperti pensil, spidol, krayon warna-warni, cat cair dan masih banyak lagi.
  • Menggunakan lembar kerja yang dirancang khusus sesuai usia dan tahapan anak dengan fokus pengenalan huruf kapital. Aktivitas dalam lembar aktivitas hendaknya bervariatif untuk mengurangi potensi anak merasakan kebosanan saat mengerjakannya.

Penggunaan buku dalam pengenalan huruf kecil akan membantu anak dalam membangun kesiapan anak dalam sistem belajar di sekolah yang sebagian besar akan menggunakan buku nantinya. Salah satu buku aktivitas yang dapat membantu Anda dalam mengenalkan huruf kecil pada anak adalah buku “My Book of Lowercase Letters” terbitan Kumon Publishing.

“My Book of Lowercase Letters” merupakan buku aktivitas yang memberi anak Anda kesempatan untuk mempelajari bentuk-bentuk alfabet huruf kecil. Latihan dalam buku ini adalah menggunakan teknik tracing atau menjiplak huruf abjad. Latihan yang diberikan juga dibuat dari tingkat pengerjaan mudah ke sulit (step-by-step) sehingga mengurangi resiko anak mengalami kejenuhan atau frustrasi saat mengerjakannya.

Pada bagian pertama, anak tidak menulis huruf kecil sesuai urutan. Anak akan diajak menulis huruf dengan menggunakan garis lurus, mendatar, miring, melengkung, bergelombang dan bentuk lingkaran. Pengenalan akan garis ini akan mempermudah anak untuk menulis huruf yang sesuai dengan garis yang sudah anak pelajari.

Anak akan mulai menulis huruf yang sederhana dan paling mudah ditulis, seperti huruf l, t, i yang menggunakan kombinasi beberapa garis seperti garis lurus dan mendatar sebelum mulai menulis huruf yang lebih kompleks, seperti huruf a, e, g dan lainnya yang harus mengkombinasikan lebih banyak bentuk garis seperti garis lurus, mendatar, melengkung dan garis lainnya.

Dengan menulis huruf abjad berulang kali, buku ini membantu anak Anda memahami bentuk dan konsep huruf. Selain itu, anak akan mulai  berlatih menghubungkan huruf dengan kata-kata dan gambar yang menyenangkan untuk benda – benda familiar yang mengandung huruf tersebut. Anak akan memiliki banyak kesempatan setiap hari untuk menyebutkan dan mengenali huruf abjad. Setelah anak mengenal bentuk setiap huruf kecil yang ia tulis, maka anak akan berlatih menulis urutan huruf sesuai susunan abjad.

Anak akan mempelajari bentuk, nama dan bunyi huruf dengan cara menebalkan huruf secara berulang hingga anak mengingatnya. Meski aktivitas yang dilakukan berulang, metode pengerjaan yang diberikan bervariasi dan menggunakan metode Kumon (step-by-step) yaitu dari mudah ke sulit sehingga anak tidak merasa frustasi saat mengerjakannya.

“My Book of Lowercase Letters” menawarkan berbagai manfaat bagi anak, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Melatih Keterampilan Motorik Halus
    Teknik tracing yang dipakai dalam pengerjaan lembar aktivitas akan melatih keterampilan motorik halus anak, khususnya pada kemampuan mengontrol jari dan tangan anak, koordinasi mata dan tangan hingga kekuatan jari saat memegang pensil.
  2. Melatih Keterampilan Pra-Menulis
    Keterampilan pra-menulis berkontribusi pada kemampuan anak memegang dan menggunakan pensil, serta kemampuan menggambar, menulis, menyalin, dan mewarnai. Keterampilan ini dilatih ketika anak mengerjakan setiap lembar aktivitas yang didesain dengan teknik pengerjaan tracing atau menjiplak huruf.
  3. Melatih Keterampilan Berbahasa
    Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa yang meliputi membaca, berbicara, menulis, dan menyimak. Keterampilan ini dilatih ketika anak menulis dan mengucapkan kembali nama huruf yang ia tulis.
  4. Membangun Kecerdasan visual-spasial
    Kecerdasan visual-spasial membantu anak untuk menganalisis, memahami, menyimpan, dan mengingat kembali informasi visual baik bentuk, pola, hubungan, jarak maupun posisi benda. Kecerdasan ini mulai dibangun ketika anak menganalisis pola garis dalam membentuk suatu huruf dan mengingat kembali bentuk huruf yang sudah ia tulis.
  5. Meningkatkan Daya Fokus dan Konsentrasi
    Untuk dapat menarik garis dalam membentuk suatu huruf perlu daya fokus dan konsentrasi anak. Semakin sering anak berlatih maka semakin meningkat juga daya fokus dan konsentrasi anak.
  6. Meningkatkan Kemampuan mengingat
    Menulis huruf secara berulang akan meningkatkan kemampuan mengingat anak. Kemampuan mengingat adalah kemampuan individu untuk menyimpan, memproses dan memunculkan kembali pengalaman, data, informasi yang telah didapatkan pada masa lalu.

Penting bagi orang tua memberikan perhatian khusus dan dukungan yang tepat dalam mengenalkan huruf kecil pada anak. Penyediaan media dan stimulasi yang menyenangkan akan pengenalan huruf pada anak dapat membantu membangun dasar yang kuat dalam puntuk kemampuan literasi anak di masa depan.

Pada setiap buku Kumon Workbooks, anda akan menemukan lembar aktivitas anak yang didesain dengan sangat menarik, full color, dan menggunakan metode Kumon yang efektif membantu anak dalam mengerjakannya. Buku ini juga mempunyai kelebihan dalam kualitas kertas yang baik dan tidak mudah robek ketika anak yang mengerjakan lembar aktivitas belum mempunyai kontrol pensil yang baik dan cenderung menulis dengan kasar. Pada bagian akhir buku, tersedia sertifikat sebagai reward bagi anak karena telah selesai mengerjakan setiap lembar buku aktivitas. Kertas yang dipakai juga dibuat mudah dihapus sehingga anak bisa mengerjakan lembar aktivitas berulang – ulang.

Sumber:

Anggraini, F Chafitsa., Eriyani, Praharesti., Goeritno, Haryo. (2015). Metode Tracing Handwriting Without Tears untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Nama Panggilan pada Siswa TK B. Prediksi: Kajian Ilmiah Psikologi, 1(4), 33-43.

Begin Learning Team. “How To Teach Your Child Uppercase Letters And Lowercase Letters”. Diakses pada tanggal 07 Agustus 2023. https://www.beginlearning.com/parent-resources/uppercase-letters-lowercase-letters/ 

Charge Mommy Books. “What is Letter Recognition and Why Is it Important.”. Diakses pada tanggal 07 Agustus 2023. https://chargemommybooks.com/reading/letter-recognition 

Hand Writing Heroes. “Making a Case for Lowercase”. Diakses pada tanggal 07 Agustus 2023. https://handwritingheroes.org/2022/03/09/making-case-lowercase/ 

Kumon. (2004). My Book of Lowercase Letters. North America: Kumon Publishing.

Naik, Angela. “Teaching Your Preschoolers About Lowercase Letters To Improve Their Language Skills”. Diakses pada tanggal 07 Agustus 2023. https://www.firstcry.com/intelli/articles/teaching-your-preschoolers-about-lowercase-letters-to-improve-their-language-skills/ 

Umah, Azizah Choirul. (2022). Pengaruh Media Tracing Games Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Anak Usia 4-5 Tahun. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop