Sub Topik:
1. Siapa Lev Vygotsky?
2. Teori Vygotsky
3. Implementasi Teori Vygotsky dalam Pendidikan Masa Kini
Vygotsky menjadi salah satu tokoh yang tidak terpisahkan dalam pendidikan. Teori-teorinya yang memberikan kontribusi kepada pendidikan dan perkembangan anak hingga kini masih dipakai untuk mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik. Namun apakah Anda mengenal siapa Vygotsky dan mengapa teorinya begitu terkenal? Mari simak uraian berikut
Siapa Lev Vygotsky?
Lev Vygotsky atau yang kita kenal dengan sebutan Vygotsky merupakan seorang psikolog terkemuka dari Uni Soviet. Ia dikenal atas kontribusinya di bidang perkembangan sosiokultural. Vygotsky lahir pada 17 November 1896 di Orsha, sebuah kota di Kekaisaran Rusia bagian barat.
Pendidikan
Vygotsky mendapatkan gelar sarjana hukum dari Moscow University pada tahun 1917 dan mempelajari berbagai bidang seperti sosiologi, linguistik, psikologi, filsafat bahkan hukum. Meskipun pada masa pendidikannya sempat terganggu oleh pemberontakan Bolshevik di Rusia, namun akhirnya ia berhasil menerbitkan disertasinya dan melanjutkan perjalanan akademisnya.
Karir
|
Tahun |
Karir |
|
1922-1924 |
|
|
1924 |
|
|
1925 |
|
|
1927 |
|
|
1928 |
|
|
1929 |
|
Teori Vygotsky
1. Teori Sosiokultural
Teori sosiokultural Vygotsky menyatakan bahwa interaksi sosial anak berperan besar dalam kemampuan belajar dan perkembangan kognitifnya. Teoriteori ini menekankan bahwa pembelajaran lebih terkait dengan interaksi sosial daripada eksplorasi mandiri. lebih lanjut, teori sosiokultural menyatakan bahwa anak-anak menyerap nilai dan sikap dari lingkungan sekitarnya.
Bagi Vygotsky, budaya memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan kognitif yang menjadikan perbedaan anak antar budaya. Vygotsky menekankan pentingnya bahasa sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
2. Zone Of Proximal Development
Zone Of Proximal Development atau ZPD merujuk pada perbedaan antara apa yang anak bisa lakukan sendiri dan apa yang bisa mereka capai dengan bantuan seseorang yang lebih berpengalaman dan terampil.
Oleh karenanya Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran karena percaya bahwa tanpa bantuan, anak-anak dapat berkembang tetapi tidak mencapai potensi penuh mereka.
3. Scaffolding
Vygotsky menyoroti betapa pentingnya “scaffolding” untuk mencapai hasil optimal dari ZPD. Konsep Scaffolding merujuk pada bagaimana guru harus menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa karena pada dasarnya setiap anak adalah unik. Selama proses ini, guru memberikan bantuan kepada anak dan kemudian mengurangi intensitasnya secara perlahan ketika anak mulai mampu mengembangkan kemampuannya.
“Guru harus berperan sebagai fasilitator, bukan penyedia konten”
Lev Vygotsky
Implementasi Teori Vygotsky dalam Pendidikan Masa Kini
1. Kurikulum
- Disesuaikan dengan Zone of Proximal Development (ZPD), memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan tahapan perkembangan mereka. Hal ini membantu anak belajar dengan dukungan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.
- Pengembangan kurikulum memperhitungkan keanekaragaman budaya siswa. Konteks budaya diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran dan memastikan bahwa pengalaman sosial dan kultural siswa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
2. Pembelajaran
- Menerapkan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif mendorong kerja sama dan interaksi untuk membangun pengetahuan baru.
- Menggunakan teknik “scaffolding”. Memberikan bantuan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan individu untuk mencapai hasil yang lebih optimal.
3. Penilaian
- Penilaian harus mencakup dua hal, formatif dan diagnostik. Ini membantu kita lebih memahami perkembangan siswa secara mendalam dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan dukungan tambahan.
4. Lingkungan Belajar
- Pembelajaran berbasis masalah dan aktivitas. Lingkungan belajar hendaknya mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah dan interaksi sosial.
- Guru sebagai fasilitator. Guru sebagai fasilitator memberikan bimbingan siswa melalui Zone Of Proximal Development dan menyediakan dukungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Vygotsky menyadarkan bahwa interaksi sosial penting bagi pembelajaran anak, yang dimana pemberian materi satu arah kurang optimal dan harus ada interaksi yang melibatkan anak secara langsung untuk optimalnya pembelajaran.
Selain itu, Vygotsky menekankan peranan penting orang tua/guru/tutor atau orang dewasa lainnya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Dukungan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan individu anak karena setiap anak memiliki keunikan masing-masing.
Vygotsky meninggal di usia 38 tahun tepatnya pada 11 Juni 1934 karena penyakit yang ia derita. Namun meskipun masa hidupnya singkat, Vygotsky berhasil memberikan banyak kontribusi di berbagai bidang psikologi dan perkembangan anak.
Sumber:
Cherry, K. “Lev Vygotsky’s Life and Theories”. Diakses pada tanggal 15 Desember 2023. https://www.verywellmind.com/lev-vygotsky-biography-2795533
DeVries, R. (2000). Vygostky, Piaget and Education: A Reciprocal Assimilation of Theories and Educational Practices. New Ideas in Psychology, 18, 187-213.
Gowrie NSW. “Lev Vygotsky’s Theory of Child Development – Gowrie NSW”. Diakses pada tanggal 15 Desember 2023. https://www.gowriensw.com.au/thought-leadership/vygotsky-theory#a6
Haggbloom SJ, Warnick JE, Jones VK, et al. (2002). The 100 most eminent psychologists of the 20th century. Rev Gen Psychol, 6(2):139–152.
Simply Psychology. “Lev Vygotsky’s Sociocultural Theory Of Cognitive Development”. Diakses pada tanggal 15 Desember 2023. https://www.simplypsychology.org/vygotsky.html#Zone-of-Proximal-Development
Study Smarter. “Lev Vygotsky”. Diakses pada tanggal 15 Desember 2023. https://www.studysmarter.co.uk/explanations/psychology/famous-psychologists/lev-vygotsky/


