Mengapa Anak Tidak Menyukai Matematika?

Reading Time: 3 minutes

Sub Topik:

1. Mengapa Anak Tidak Menyukai Matematika?

2. Jika ini Terus Berlanjut, Apa Dampaknya Bagi Anak?

“Mengapa anak tidak menyukai matematika?” pertanyaan ini terkadang muncul karena melihat kondisi anak yang terlihat tidak tertarik bahkan merasa cemas saat berhadapan dengan matematika. Lantas mengapa hal ini terjadi? Dalam artikel ini akan diuraikan beberapa faktor penyebab dan dampak yang akan terjadi jika kondisi ini terus berlanjut pada anak.

Mengapa Anak Tidak Menyukai Matematika?

Ketika anak terlihat tidak menyukai pelajaran matematika, Anda tidak boleh langsung menghakiminya. Pahamilah bahwa anak bisa saja ada penyebab yang menyebabkannya tidak menyukai pelajaran tersebut. 

Dilansir dari beberapa sumber, ada beberapa faktor penyebab yang berpotensi menyebabkan anak tidak tertarik dan tidak menyukai matematika yaitu:

1. Takut akan Kesalahan

Matematika mengandung prinsip jawaban yang pasti, hanya ada benar atau salah. Kondisi ini membuat anak cenderung takut membuat kesalahan dan merasa tertekan akan soal matematika yang diberikan. 

Tidak hanya itu, anak-anak juga kadang merasa tertekan karena harapan dari orang tua, guru dan lingkungan sekitarnya yang akhirnya mengakibatkan kecemasan dan frustasi saat mereka merasa tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

2. Gaya Mengajar yang Tidak Sesuai

Gaya mengajar Anda yang tidak sesuai dengan minat dan gaya belajar anak juga berpengaruh signifikan dengan ketidaksukaan anak belajar matematika. Anak belajar dengan bermain, jika Anda hanya mengajarkan melalui ceramah dan pemberian tugas akan membuat anak bosan dan tidak memahaminya dengan baik karena anak usia prasekolah belum bisa memahami konsep abstrak dengan baik.

3. Tahapan Belajar yang Kurang Tepat

Banyak orang tua yang mengajarkan matematika langsung pada mengenalkan angka dan operasi hitung seperti penjumlahan dan pengurangan. Namun sebelum itu, alangkah lebih baik jika pengenalan matematika dimulai dari konsep matematika dasar yang meliputi:

  1. Pola dan hubungan
  2. Pengukuran
  3. Klasifikasi
  4. Hubungan geometri
  5. Pengenalan angka
  6. Operasi hitung

Mengenalkan konsep secara bertahap dari konkret ke abstrak sangat penting untuk membantu dasar yang kuat bagi anak dalam memahami matematika dan mengurangi potensi kejenuhan dan frustasi pada anak.

4. Anak Tidak Melihat Pentingnya Belajar Matematika di Dunia Nyata

Anak mungkin merasa sulit mengerti hubungan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Ini dapat membuat mereka kurang termotivasi untuk mempelajarinya. Inilah pentingnya matematika diajarkan dengan tepat agar mereka dapat memahami dan menerapkan konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari.

5. Persepsi Negatif terhadap Matematika

Seringkali sikap dan kalimat yang kita ucapkan membuat anak berpikir bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membangun stigma bahwa hanya anak pintar yang mampu mengerjakan matematika. Pada akhirnya anak membangun persepsi negatif yang menghambat ia mempelajari matematika dengan baik.

Jika ini Terus Berlanjut, Apa Dampaknya Bagi Anak?

Jika hal ini terus berlanjut, tentunya akan berdampak bagi berbagai aspek kehidupan anak seperti:

1. Kurangnya Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis

Belajar matematika melibatkan kemampuan pemecahan masalah dan logika yang membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang berguna dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Ketika anak tidak tertarik dengan matematika, kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis mereka bisa berkurang.

2. Kesulitan untuk Mempelajari Konsep Matematika Lebih Lanjut
Pemahaman matematika dasar sejak dini akan membangun fondasi yang kokoh untuk pemahaman konsep matematika yang lebih kompleks. Jika anak sudah membangun persepsi dan dasar yang salah, maka anak akan mengalami kesulitan mempelajari konsep matematika yang lebih rumit di jenjang pendidikan selanjutnya.

3. Kesulitan dalam Pemahaman Konsep Abstrak
Ketidaksukaan anak terhadap matematika akan menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep abstrak. Memperkenalkan anak-anak pada konsep ini pada usia dini dengan tahapan yang tepat membantu mereka merasa siap untuk menghadapi konsep yang lebih rumit nantinya.

4. Rasa Percaya Diri Menurun
Merasa kesulitan dalam memahami matematika dapat mempengaruhi harga diri dan rasa percaya diri anak secara negatif. Mereka mungkin akan menghindari soal-soal matematika karena tidak percaya diri dapat menyelesaikannya dengan baik.

5. Prestasi Akademik Terhambat

Ketidaknyamanan terhadap matematika dapat menghambat kemampuan anak untuk belajar dan berkembang dalam matematika. Anak yang merasa frustasi, tidak percaya diri dan cemas saat berhadapan dengan matematika akan membuat mereka meragukan kemampuan akademik mereka sendiri.

6. Pola Pikir Tetap (Fixed Mindset)
Anak yang tidak menyukai matematika berpotensi mengembangkan pola pikir tetap bahwa mereka tidak dapat berubah dan meningkatkan kemampuan mereka dalam pelajaran ini. Perlu diperhatikan jika pola pikir ini tumbuh maka akan sulit untuk memotivasi mereka dalam belajar matematika lebih baik.

Mengenalkan matematika bukan hanya sekedar mengajari anak untuk mampu menyelesaikan soal operasi hitung saja. Lebih dari itu, mengenalkan matematika pada anak berarti membantu anak memahami konsep-konsep yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketidaksukaan anak terhadap matematika memiliki dampak yang begitu banyak kepada anak. Pentingnya mengetahui langkah yang tepat dalam mengenalkan matematika pada usia dini menjadi bagian penting yang harus diperlengkapi oleh orang tua. 

Pada artikel kami yang berjudul “Cara Membangun Rasa Suka Anak terhadap Matematika” akan diuraikan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengajarkan konsep matematika dasar pada anak dengan berbagai metode yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.

Sumber:

Byju’s Future School. “Top 10 Reasons That Make Your Child “Hate” Math”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.byjusfutureschool.com/blog/top-10-reasons-that-make-your-child-hate-mathematics/ 

Kumon. “Why Kids Struggle With Math (From The Experts)”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.kumon.com/resources/canadian_english/why-kids-struggle-math-experts/ 

KW, Lestari. (2011). Konsep Matematika untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.

Math Nasium. “Why Kids Don’t Love Math”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.mathnasium.com/wurzbach/news/why-kids-dont-love-math-wurzbach 

Oxford Learning. “Why So Many Students Hate Math?”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.oxfordlearning.com/why-kids-hate-math-how-to-help 

Splash Learn. “10 Reasons Why Math Is Important in Real Life”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.splashlearn.com/blog/why-is-math-important-for-kids-to-learn/ 

The Shool Run. “5 Reasons Kids Hate Maths – and What You Can Do About It”. Diakses pada tanggal 12 Desember 2023. https://www.theschoolrun.com/5-reasons-kids-hate-maths-and-what-you-can-do-about-it

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop