Kemampuan Berpikir Logis Anak

Reading Time: 3 minutes

Sub Topik:

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu aset penting yang harus dimiliki oleh anak di era sekarang. Kemampuan ini tidak hanya berperan dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kemampuan anak dalam mengambil keputusan sehari-hari. Kemampuan berpikir logis harus dibangun melalui latihan dan stimulasi yang tepat untuk memperoleh hasil yang optimal. 

Dalam artikel ini, akan diuraikan lebih mendalam tentang kemampuan berpikir logis yang dapat membantu Anda sebagai orang tua memahami pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir logis bagi anak.

Kemampuan Berpikir Logis Anak

Kemampuan berpikir logis merupakan kemampuan dalam berpikir secara sistematis dan rasional dalam memproses informasi. Berpikir logis melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi pola, menganalisis hubungan sebab akibat dan mengevaluasi informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti. Kemampuan ini cenderung berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama di area kognitif anak.

Pentingnya Kemampuan Berpikir Logis Anak

Kemampuan anak dalam berpikir logis dapat membantu mereka dalam:

    1. Pengambilan Keputusan
      Kemampuan berpikir logis dapat membantu anak dalam mengambil keputusan yang lebih baik. Ini dikarenakan anak anak mampu menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang rasional atas informasi yang ada serta mampu memprediksi hasil dari keputusan yang ia buat.
    2. Pemecahan Masalah
      Kemampuan berpikir logis mampu membantu anak dalam mengumpulkan informasi, analisis kondisi dan situasi, penarikan kesimpulan berdasarkan hubungan sebab akibat yang rasional sehingga memungkingan mereka untuk memecahkan masalah dengan lebih efisien dan efektif.
    3. Landasan untuk Belajar Matematika
      Kemampuan berpikir logis membantu anak dalam memahami konsep dasar matematika seperti urutan, pola, perbandingan, konsep ruang, peluang, operasi hitung dan masih banyak lagi. 
    4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
      Anak yang berpikir logis juga cenderung berpikir kritis. Dengan kemampuan ini, anak dapat  mengevaluasi informasi dengan kritis, memahami argumen, dan mengidentifikasi logika dalam situasi tertentu.
    5. Menstimulasi Otak Anak
      Mengembangkan kemampuan berpikir logis anak melalui permainan asah otak seperti teka-teki dan kuis dapat memberikan dampak baik bagi otak mereka. Selain membuat otak mereka menjadi aktif, hal ini juga mendorong peningkatan daya ingat dan konsentrasi mereka.

Tingkat Pencapaian Kemampuan Berpikir Logis Anak Berdasarkan Usia

Dilansir dari Permendikbud 137 Tahun 2014 tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), berikut tingkat pencapaian kemampuan berpikir logis anak berdasarkan usianya:

Usia

Tingkat Pencapaian

18 – 24 Bulan

  • Menyusun balok dari besar ke kecil atau sebaliknya
  • Mengetahui akibat dari suatu perlakuannya (misal: menarik taplak meja akan menjatuhkan barang-barang di atasnya)
  • Merangkai puzzle

2 – 3 Tahun

  • Menyebut bagian-bagian suatu gambar seperti gambar wajah orang, mobil, binatang, dsb
  • Mengenal bagian-bagian tubuh (lima bagian)
  • Memahami konsep ukuran (besar kecil, panjang-pendek)
  • Mengenal tiga macam bentuk seperti lingkaran, segitiga, persegi
  • Mulai mengenal pola 
  • Memahami simbol angka dan maknanya 

3 – 4 Tahun

  • Menempatkan benda dalam urutan ukuran (paling kecil-paling besar)
  • Mulai mengikuti pola tepuk tangan
  • Mengenal konsep banyak dan sedikit
  • Mengenali alasan mengapa ada sesuatu yang tidak masuk dalam kelompok tertentu
  • Menjelaskan model/karya yang dibuatnya

4 – 5 Tahun

  • Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi, bentuk atau warna atau ukuran
  • Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan dirinya
  • Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi
  • Mengenal pola (misal, AB-AB dan ABC-ABC) dan mengulanginya
  • Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau warna

5 – 6 Tahun

  • Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran
  • Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-pura seperti burung”)
  • Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan
  • Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)
  • Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)
  • Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi 
  • Mengenal pola ABCD-ABCD 
  • Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya

 

Penting bagi orang tua memahami dengan baik tahapan-tahapan ini agar mampu mendukung perkembangan berpikir logis anak dengan tepat. Anda bisa menemukan menemukan berbagai cara yang menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan ini pada artikel kami dengan judul “Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis Anak”.

Perlu diingat bahwa perkembangan berpikir logis anak bervariasi antar individu, tidak semua anak mencapai tingkat perkembangan pada usia yang sama. Ada anak yang lebih cepat maupun lebih lambat dalam mencapai standar tingkat pencapaian perkembangan berpikir logis tersebut. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti lingkungan, kondisi kesehatan anak, dan stimulasi yang diberikan oleh orang tua. 

Pemahaman yang benar akan akan membantu anak dalam menyediakan dukungan yang tepat dalam mendukung berkembangnya kemampuan berpikir logis anak dengan baik.

 

Pada setiap buku Kumon Workbooks, Anda akan menemukan lembar aktivitas anak yang didesain dengan sangat menarik, full color, dan menggunakan Metode Kumon yang efektif membantu anak dalam mengerjakannya. Buku ini juga mempunyai kelebihan dalam kualitas kertas yang baik dan tidak mudah robek ketika anak yang mengerjakan lembar aktivitas belum mempunyai kontrol pensil yang baik dan cenderung menulis dengan kasar. Kertas yang digunakan juga dibuat mudah dihapus sehingga anak bisa mengerjakan lembar aktivitas berulang-ulang. Pada bagian akhir buku, tersedia sertifikat sebagai reward bagi anak karena telah selesai mengerjakan setiap lembar buku aktivitas. 

Sumber:

HOSS. Why Develop Logical Reasoning Skills in a Child?”. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2023. https://houseofsoftskills.com/blog/logical-reasoning-skills-in-a-child 

Global Service in Education. “8 Ways to Help Children Improve Logical Thinking”. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2023.  https://www.gsineducation.com/blog/8-ways-to-help-children-improve-logical-thinking 

Goenka, Sidhika. “How to Develop Your Preschooler’s Logical Thinking Skills”. Diakses pada tanggal 30 Agustus 2023. https://www.parentcircle.com/how-to-develop-logical-reasoning-skills-for-preschoolers/article 

Permendikbud. (2014). Permendikbud 137 tahun 2014 Standar Isi Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak.

Monika, Sella., Palupi, Warananingtyas., Zuhro, Nurul Shofiatin. (2023). Profil keterampilan berpikir logis Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Kumara Cendekia, 11(1), 48-58.

Pollaroloa, E., Størksena, I., Skarsteinband, T., Kucirkova, N. (2023). Children’s Critical Thinking Skills: Perceptions Of Norwegian Early Childhood Educators. European Early Childhood Education Research Journal, 31(2,) 259–271.

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop