Friedrich Froebel, “Bapak Taman Kanak – Kanak Dunia”

Reading Time: 3 minutes

Sub Topik:

Kita mungkin tak asing dengan kata “Kindergarten” atau “Taman Kanak – Kanak”. Taman kanak – kanak merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.  Namun apakah Anda tahu asal mula dari Taman Kanak – Kanak? Jika belum, yuk kita simak artikel ini!

Friedrich Froebel

Friedrich Froebel merupakan seorang pendidik yang lahir di Jerman tepatnya di Oberweissbach pada tanggal 21 April 1782. Froebel mendedikasikan hidupnya pada pendidikan, khususnya pada pendidikan anak usia dini. Pada tahun 1840 Froebel akhirnya membuka sebuah sekolah dengan nama “Play and Active Institute”. 

Ia kemudian mengubah namanya menjadi Taman Kanak – Kanak karena ia beranggapan anak kecil harus diasuh dan dipelihara seperti tanaman di taman. Dari sinilah kemudian Froebel dikenal sebagai “the father of Kindergarten” atau “Bapak Taman Kanak – Kanak”.

Pada tahun 1848, sebanyak  40 sekolah taman kanak – kanak dibuka di seluruh Jerman. Tak hanya itu, Froebel meyakini bahwa guru berperan penting dalam mengoptimalkan pendidikan ini. Akhirnya pada 1949, Froebel memulai pelatihan bagi guru taman kanak – kanak. Pelatihan ini dirancang oleh Froebel hanya untuk perempuan karena ia percaya bahwa guru perempuan lebih memiliki kepekaan dan kemampuan mengasuh anak. 

Namun hal ini tak disambut baik oleh pemerintah Jerman karena pada saat itu pemerintah menganggap bahwa perempuan tidak bisa terlibat aktif dalam bidang apapun di sana. Hingga akhirnya, pada tahun 1851 pemerintah Jerman memutuskan untuk menutup semua Taman Kanak – Kanak di Jerman. Melihat permasalahan ini, Froebel kemudian wafat pada tahun 1852 karena mengalami stress dan kecemasan akibat larangan tersebut.

Kabar baiknya, meski Froebel tidak lagi melihat bagaimana model pendidikannya berkembang, namun pada faktanya penyebaran model pendidikan Froebel di seluruh dunia semakin meningkat. Banyak negara Eropa dan Amerika akhirnya membuka Taman Kanak – Kanak dengan model pendidikan Froebel untuk keluarga kelas menengah. 

Melihat perkembangan yang pesat dan pentingnya pendidikan sejak usia dini, akhirnya Jerman mencabut larangan Taman kanak – Kanak pada tahun 1860. Pemerintah menyadari bahwa ini adalah kesalahan besar. Kini model pendidikan Froebel terus menyebar ke seluruh dunia dan menjadi inspirasi bagi Maria Montessori, Rudolf Steiner, dan banyak lainnya yang memulai inovasi pendidikan formal.

Prinsip Pendidikan Froebel

Froebel percaya bahwa pembelajaran berbasis bermain adalah ekspresi tertinggi dari pengembangan manusia di masa usia dini. Ini membangun pemahaman anak tentang dunia dan berinteraksi secara luas dengan lingkungannya. Froebel juga mendasarkan pembelajaran terhadap seluruh aspek kebutuhan anak secara utuh yaitu kesehatan, perkembangan fisik, lingkungan, sosial – emosional, mental, dan spiritual. Ia menekankan pentingnya menghargai keunikan setiap anak dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.

Froebel mengembangkan serangkaian mainan edukatif yang dikenal sebagai “Froebel Gifts” (Hadiah Froebel). Hadiah-hadiah ini terdiri dari bahan-bahan sederhana seperti balok kayu geometris, benang, dan tanah liat. Ia percaya bahwa melalui manipulasi dan interaksi dengan hadiah-hadiah ini, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, pemahaman tentang bentuk dan angka, serta kemampuan motorik halus.

Froebel percaya bahwa alam adalah guru terbaik bagi anak-anak. Oleh karena itu, ia mendorong kegiatan di luar ruangan, eksplorasi alam, dan berkebun sebagai bagian dari pembelajaran. Pengalaman langsung dengan alam dianggap dapat memperkuat hubungan anak-anak dengan lingkungannya.

Selain itu, Froebel meyakini bahwa pentingnya bagi pendidik untuk memiliki pengetahuan akan karakteristik anak usia dini sehingga mereka mampu mengerti bagaimana anak melihat dunia. Guru harus mampu memberikan kebebasan dengan bimbingan yang terarah dalam proses pemerolehan pengetahuan mereka. Oleh karena itu, Froebel membuka pelatihan dan ingin semua guru belajar dengan benar akan pemahaman terhadap anak usia dini.

Pandangan dan pendekatan Froebel dalam pendidikan anak-anak tetap relevan hingga saat ini. Konsep taman kanak – kanak terus menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di berbagai negara. Mainan edukatif “Froebel Gifts” juga masih digunakan sebagai alat pembelajaran yang bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan kognitif dan kreativitas anak-anak.

Di era teknologi dan informasi seperti sekarang, prinsip-prinsip holistik dan pendekatan berbasis permainan yang dipromosikan oleh Froebel menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Memastikan bahwa pendidikan prasekolah berfokus pada perkembangan menyeluruh anak dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman nyata akan membantu menciptakan generasi yang kreatif, berpengetahuan luas, dan berkembang optimal.

Sumber:

Early Education UK. “Friedrich Froebel”. Diakses pada tanggal 25 Juli 2023. https://early-education.org.uk/friedrich-froebel/ 

Friedrich Fröbel. (2023, Juli 25). Di Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Fröbel 

Froebel Trust. “Froebel’s Gifts”. Diakses pada tanggal 25 Juli 2023. https://www.froebel.org.uk/training-and-resources/froebels-gifts 

Koblin, Jonas. “Froebel’s Kindergarten: The Origins of Early Childhood Education”. Diakses pada tanggal 25 Juli 2023. https://sproutsschools.com/froebels-kindergarten-the-origins-of-early-childhood-education/ 

NAEYC. “Our Proud Heritage. Sowing the Seeds of Hope for Today: Remembering the Life and Work of Susan Blow”. Diakses pada tanggal 25 Juli 2023. https://www.naeyc.org/resources/pubs/yc/nov2018/remembering-life-work-susan-blow 

Care for Kids. “The Froebel Approach”. Diakses pada tanggal 25 Juli 2023. https://www.careforkids.com.au/blog/the-froebel-approach 

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop