CAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN

Reading Time: 6 minutes

Sub Topik:

  • Capaian Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

Usia 1-2 tahun adalah masa yang penuh dengan eksplorasi, kegembiraan, dan tantangan baru setiap hari. Dalam rentang waktu ini, anak Anda sedang dalam fase perkembangan yang kritis, di mana setiap pengalaman, interaksi, dan pelajaran memainkan peran penting dalam mendorong optimalnya perkembangan mereka. Dalam artikel ini, mari kita telusuri perjalanan menarik perkembangan anak usia 1-2 tahun, mulai dari langkah pertamanya hingga kemajuan setiap aspek perkembangannya.

Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, berikut gambaran perkembangan anak usia 1-2 tahun:

Usia Capaian Perkembangan per Aspek

13-15 bulan

Motorik Kasar

  • Berjalan dengan tangan terangkat ke atas
  • Berdiri tanpa bantuan
  • Terjatuh karena kehilangan keseimbangan
  • Berjalan dengan lancar
  • Membungkuk untuk mengambil mainan
  • Merangkak menaiki tangga
  • Berlari dengan kaki yang masih kaku
  • Berjalan sambil membawa mainan
  • Memanjat perabotan

Motorik Halus

  • Mencoba melepaskan benda yang ada dalam botol/stoples atau wadah lainnya
  • Minum dari cangkir dengan sedikit tumpahan
  • Meniru goresan bolak-balik
  • Membangun menara dari tiga hingga empat balok
  • Memasukkan benda ke dalam botol
  • Membuka kaus kaki atau sepatu
  • Mengunyah dengan baik
  • Memasukkan sendok ke dalam mulut dengan benar
  • Menggunakan sendok dengan sedikit tumpahan
  • Mencoba menyisir rambut sendiri
  • Rewel ketika popoknya diganti 

Kognitif

  • Mengeksplorasi objek seperti mainan atau benda di sekitarnya dengan berbagai cara, seperti menggoyangkan, mengetuk, melempar, dan menjatuhkannya (trial and error)
  • Mulai memahami konsep permanen objek, yaitu pemahaman bahwa benda tetap ada meskipun tidak terlihat. Misalnya, jika Anda menyembunyikan mainan di bawah selimut atau di balik tangan Anda, balita pada tahap ini akan mencari dan menemukan mainan tersebut, menyadari bahwa mainan itu masih ada meskipun tidak terlihat langsung
  • Mengenali gambar yang benar saat nama gambar tersebut disebutkan, contohnya ketika Anda menyebutkan kata “Mama” maka anak dapat menunjuk gambar wajah yang tepat
  • Meniru gerakan sederhana seperti gerakan saat menari atau gerakan hewan
  • Mulai menggunakan objek dengan benar, seperti minum dari cangkir, menyisir rambut

Sosial Emosional

  • Menunjukkan keinginan untuk menyenangkan orang tua/pengasuh seperti melakukan hal lucu atau membantu orang tua/pengasuh mengerjakan tugasnya
  • Bermain sendiri
  • Menunjuk pada objek untuk mengekspresikan minat (menunjuk dengan maksud untuk berkomunikasi), misal menunjuk boneka beruang karena menyukainya atau menginginkannya
  • Menunjukkan empati (jika seseorang menangis, anak terlihat sedih)
  • Memeluk orang dewasa untuk mencari kenyamanan atau dukungan emosional. Contohnya ketika mendengar suara keras yang menakutkan, anak berlari ke arah ibu dan memeluknya untuk merasa aman
  • Lebih memilih Ibu atau orang yang sering merawatnya. Contohnya di tengah keramaian, anak lebih suka digendong oleh Ibu daripada oleh orang lain yang kurang dikenal

Kemampuan Reseptif

  • Saat ditanya, “Dimana bola?” anak melihat ke arah yang benar
  • Anak dapat mengikuti perintah sederhana tanpa perlu gestur untuk menjelaskannya
  • Anak dapat menunjuk ke bagian tubuh tertentu yang disebutkan
  • Jika ditanya untuk memilih satu dari tiga objek yang disebutkan, anak dapat menunjuknya. Contohnya  jika Anda berkata, “Mana boneka beruangnya?” sambil menunjukkan boneka beruang, bola, dan mobil mainan, anak akan menunjuk boneka beruang
  • Anak mampu mengambil benda yang diminta

Kemampuan Ekspresif

  • Anak mulai mampu menggunakan tiga kata saat berbicara meskipun belum jelas. Contoh mengatakan “mau num cucu” untuk mengucapkan “mau minum susu”
  • Anak berbicara dengan nada yang belum jelas. Contohnya anak mengucapkan “mau num susu” dengan intonasi naik turun
  • Anak mulai bisa menyebutkan satu objek dengan baik, contohnya “Mama”
  • Jika tertarik pada sesuatu, anak akan menunjuk objek tersebut
  • Mulai lancar meniru pengucapan kata yang didengar

16-20 bulan

Motorik Kasar

  • Dapat berdiri dengan satu kaki dengan sedikit bantuan
  • Mampu berjalan mundur
  • Bisa naik tangga dengan satu tangan dipegang
  • Merangkak turun tangga
  • Berlari dengan baik
  • Mampu duduk sendiri di kursi kecil
  • Mampu melempar bola saat berdiri
  • Jongkok saat bermain
  • Mampu membawa benda besar seperti bantal
  • Bisa turun tangga dengan satu tangan dipegang

Motorik Halus

  • Suka membuat coretan dan garis-garis bebas di kertas
  • Mengikuti gerakan menggambar garis lurus ke bawah (vertikal)
  • Dapat menyelesaikan permainan menyusun memasukkan benda ke dalam wadah tanpa bantuan orang dewasa.
  • Mampu menyusun 5-6 balok untuk membuat menara
  • Mampu mengambil dan minum dari cangkir
  • Mampu melepaskan pakaian
  • Dapat naik ke kursi dewasa tanpa bantuan
  • Bergerak di sekitar rumah tanpa bantuan orang dewasa
  • Makan sendiri dengan sendok meski masih bertumpahan

Kognitif

  • Dapat mengeluarkan benda dari dalam botol tanpa demonstrasi atau bantuan
  • Mampu menemukan mainan yang tersembunyi di bawah selimut
  • Mampu mencocokkan pasangan objek yang sama
  • Bisa mencocokkan bentuk dengan lubang/posisi yang tepat, meskipun perlu beberapa kali mencoba
  • Mulai mampu mengingat dan mengenal beberapa warna
  • Mulai mampu mengingat dan mengenal beberapa hewan dan tanaman

Sosial Emosional

  • Anak mulai sadar akan keberadaan orang lain dan ingin diperhatikan.
  • Menjadi sadar akan diri sendiri dan merasa malu ketika menyadari bahwa orang lain memperhatikan dia
  • Anak mulai mengembangkan imajinasinya dan belajar tentang berbagai peran sosial contohnya dengan bermain pretend-play (pura-pura)
  • Mulai menunjukkan rasa malu ketika melakukan kesalahan
  • Menunjukkan sifat posesif dan egosentris, menganggap semua hal adalah miliknya
  • Mulai menyadari bahwa orang lain memiliki perasaan yang berbeda-beda dan berusaha memahami perasaan orang lain

Kemampuan Reseptif

  • Memahami instruksi sederhana seperti “ambilkan bolanya”, “letakkan bonekanya”
  • Mampu menunjuk ke satu gambar saat disebutkan namanya, contoh  saat kita bilang “Mana kucing?”, anak bisa menunjuk gambar kucing di buku.
  • Jika ada tiga mainan (mobil, boneka, bola), anak bisa menunjuk dua di antaranya saat diminta, misalnya “Tunjuk mobil dan bola”
  • Mampu menunjuk ke tiga bagian tubuh yang kita sebutkan
  • Memahami konsep “milikku” dan bisa menunjukkan mainan kesayangannya sambil mengatakan “Ini milikku”.
  • Mampu menunjuk ke orang yang dikenal saat nama mereka disebutkan
  • Mulai memahami penggunaan kata ganti. Contohnya jika kita bilang “Aku lapar,” anak mengerti bahwa yang merasa lapar adalah diri kita sendiri.

Kemampuan Ekspresif

  • Menggunakan sekitar 10-25 kata
  • Menggunakan kata-kata yang tegas seperti “tidak mau”, “hentikan”
  • Meniru suara, misalnya suara binatang maupun suara kendaraan saat bermain.
  • Menggunakan holofrase, seperti “ibu?” sambil menunjuk ke kunci, yang berarti “ini adalah kunci milik ibu”
  • Menggabungkan dua kata, sepreti “Mau susu!” 
  • Merespons permintaan dengan kata “tidak” atau “ya”. Contohnya ketika ditanya “Mau main mobil-mobilan?”, anak menjawab “Ya!”.

22-24 Bulan

Motorik Kasar

  • Mampu berjalan naik dan turun tangga dengan memegang dinding atau pembatas tangga
  • Dapat menendang bola
  • Mampu berjalan diatas papan yang sempit seperti papan titian
  • Mampu melempar dengan tangan di atas kepala
  • Mampu berjalan sendiri tanpa bantuan orang dewasa
  • Mampu menarik mainan di belakangnya saat berjalan
  • Mungkin lebih sering menggunakan satu tangan daripada yang lain, contohnya anak lebih sering menggunakan tangan kanan untuk memegang sendok.

Motorik Halus

  • Bisa membuat garis lurus (vertikal dan horizontal), lingkaran, dan bentuk sederhana lainnya.
  • Mulai mencoba membuat bentuk huruf atau angka sederhana.
  • Bisa memegang dan menggunakan sendok, membuka resleting, dan memutar gagang pintu.
  • Bisa menyusun kubus menjadi bentuk sederhana seperti kereta.
  • Mulai bisa membuka dan memakai pakaian, serta memakai sepatu tanpa tali
  • Mampu menutup dan menutup botol
  • Dapat minum dengan cara menghisap minuman melalui sedotan

Kognitif

  • Anak bisa menyusun benda-benda sesuai urutan tertentu
  • Anak bisa menemukan gambar yang sesuai dengan benda yang ada
  • Anak suka bermain peran atau berpura-pura
  • Bermain dengan alat permainan tanpa aturan, seperti memukul-mukul balok
  • Anak bisa mengenali dan merespons ekspresi wajah seperti senyum atau marah
  • Memahami konsep kepemilikan, seperti “milik saya” dan “milik kamu”
  • Anak bisa menyebutkan nama makanan dan rasanya, seperti garam itu asin dan gula itu manis
  • Mengurutkan balok dari besar ke kecil atau sebaliknya
  • Mengetahui akibat dari tindakan (misalnya: menarik taplak meja bisa menjatuhkan barang-barang di atasnya)
  • Merangkai puzzle sederhana
  •  Anak bisa menghitung dengan jari dari satu sampai lima

Sosial Emosional

  • Memperhatikan anak-anak lain dengan seksama
  • Anak mulai mencoba menentang aturan atau menunjukkan perilaku yang sulit diatur
  • Terlibat dalam permainan paralel
  • Mulai menyembunyikan emosi untuk mengikuti aturan sosial
  • Meniru perilaku orang lain, terutama orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar
  • Semakin menyadari bahwa dirinya berbeda dari orang lain
  • Semakin antusias dalam interaksi dengan anak-anak lain
  • Menunjukkan peningkatan dalam kemandirian
  • Mulai menunjukkan perilaku yang menantang
  • Mengalami peningkatan kecemasan terhadap perpisahan di pertengahan tahun, kemudian menghilang

Kemampuan Reseptif

  • Mampu menunjuk empat hingga lima gambar saat disebutkan namanya
  • Mampu menunjuk lima atau enam bagian tubuh yang disebutkan
  • Mampu menunjuk pakaian saat namanya disebutkan
  • Anak bisa melakukan dua hal sekaligus sesuai perintah kita. Contohnya “Ambil bola lalu letakkan di kursi.” lalu anak mengambil bola dan meletakkannya di kursi.
  • Mampu menunjuk 5 hingga 10 gambar yang disebutkan namanya

Kemampuan Ekspresif

  • Mampu mengulangi kata-kata yang didengar 
  • Menggunakan sekitar 25 hingga 50 kata dalam kegiatan sehari-hari
  • Memperbanyak satu hingga dua kata setiap minggu
  • Menggunakan kalimat dua kata (kata benda dan kata kerja)
  • Tingkat kejelasan pengucapan kata sekitar 50%
  • Mampu menyebutkan tiga gambar

Unduh Template Ceklis Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun: Link

Setiap anak memiliki laju perkembangan yang unik, dan tahapan perkembangan anak yang telah diuraikan sebelumnya berfungsi sebagai panduan, bukan patokan kaku. Jika Anda merasa cemas mengenai perkembangan anak Anda, konsultasikan dengan profesional kesehatan anak untuk mendapatkan penilaian yang akurat dan bantuan yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan anak usia 2-4 tahun, silakan baca artikel kami yang berjudul ” Perkembangan Anak Usia 2-4 Tahun.” Artikel ini memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan pada rentang usia tersebut.

Sumber:

Childmind. “Complete Guide to Developmental Milestones”. Diakses pada tanggal 13 Maret 2024. https://childmind.org/guide/parents-guide-to-developmental-milestones/#block_6a9b1a73-6295-4bc8-b27f-05f9d90c1dd8 

CHOC. “Child Development Guide: Ages and Stages”. Diakses pada tanggal 13 Maret 2024. https://www.choc.org/primary-care/ages-stages/ 

Health Blink BC. “Your Child’s Development From Birth to 3 Years”. Diakses pada tanggal 13 Maret 2024.  https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/your-childs-development-birth-3-years 

Mi Kids Matter. “Development and Milestones for Toddlers (1 – 3 Years)”. Diakses pada tanggal 13 Maret 2024.  https://www.michigan.gov/mikidsmatter/parents/toddler/milestones 

Kemendikbud. (2014). Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD.

Washington Edu. “Development Milestone”. Diakses pada tanggal 13 Maret 2024. https://depts.washington.edu/dbpeds/screening-tools-milestone.pdf

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop