|
Sub Topik:
|
Mengajarkan anak tentang konsep penjumlahan dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Perlu berbagai pendekatan yang tepat untuk dapat mengajarkan konsep ini dengan tepat dan juga menyenangkan bagi anak. Karena itu, dalam artikel ini kami akan menguraikan beberapa tips yang dapat membantu Anda mengajarkan konsep penjumlahan pada anak.
Konsep Penjumlahan
Secara sederhana, penjumlahan adalah proses dimana kita menemukan nilai total dari dua atau lebih angka. Dalam soal matematika, penjumlahan ditunjukkan dengan penggunaan simbol “+”. Penjumlahan merupakan salah satu dari pilar dasar matematika yang meliputi:
- Penjumlahan (+)
- Pengurangan (-)
- Perkalian (x)
- Pembagian (÷)
Usia Berapa Anak mulai Belajar Penjumlahan?
Pada usia 5 tahun, anak sudah mulai belajar penjumlahan sederhana. Keterampilan ini akan terus meningkat di antara usia 5-7 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan anak mampu memahami konsep ini sebelum usia 5 tahun. Ini berkaitan erat dengan faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak dan stimulasi yang ia terima.
Sebelum anak mampu menjumlahkan, dasar pertama yang harus dikuasai anak adalah pengenalan konsep bilangan, ini mencakup pemahaman anak akan nilai dari lambang bilangan (angka 2 untuk 2 buah apel), nama bilangan dan lambang bilangan. Tidak hanya itu, anak harus mampu mengenali simbol tambah (+) dan sama dengan (=) dalam melakukan penjumlahan.

Tips Mengajarkan Konsep Penjumlahan Pada Anak
Pada beberapa kondisi, mengenalkan konsep penjumlahan pada anak kadang bisa sulit. Hal ini berkaitan dengan kondisi anak, faktor yang mempengaruhi cara belajar maupun metode yang kita pakai untuk mengenalkannya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak memahami konsep penjumlahan:
- Kenalkan Konsep Menggunakan Benda Konkret
Gunakan objek visual dan sensorik seperti balok mainan untuk mengajarkan penjumlahan pada anak. Berikan anak dua kelompok balok, lalu minta anak menghitung balok dari setiap kelompok. Setelahnya ajak anak menggabungkan kedua kelompok balok tersebut dan menghitung totalnya. Penggunaan benda konkret membantu anak memahami konsep penjumlahan dan melihat hubungan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari. - Gunakan Lagu dan Animasi
Menggunakan lagu dan animasi merupakan cara yang menyenangkan bagi anak untuk belajar penjumlahan. Beberapa video yang dapat Anda gunakan:- Adding Up To 10 | Count Along With The Bumble Nums | Super Simple Songs
- Addition | Words with Puffballs (Sesame Studios)
- Lagu anak Satu ditambah satu sama dengan dua – lagu berhitung
- Sesame Street: Adding Song with Bert and Ernie | #ThrowbackThursday
- Add Count Together Song – Learn Addition – Learning Upgrade App
- Gunakan Garis Bilangan
Menggunakan garis bilangan akan membantu anak dalam melakukan penjumlahan karena:- Garis bilangan memberikan representasi visual yang jelas tentang urutan angka
- Menggunakan garis bilangan dapat menyederhanakan perhitungan karena anak akan mulai mengitung dari angka pertama lalu melompat ke angka berikutnya sesuai jumlah yang diminta. Misalnya 3+2, maka anak langsung melihat angka 3 lalu menghitung dua langkah ke depan/kanan untuk melihat di angka mana ia berhenti.
- Dengan menggunakan garis bilangan, anak dapat belajar secara visual tentang operasi dasar, seperti penambahan, melihat bagaimana angka bergeser saat ditambahkan.
- Gunakan Permainan/Games Edukatif
Gunakan permainan untuk mengajarkan penjumlahan dengan menyenangkan kepada anak. Beberapa games yang dapat Anda lakukan:- Build Lego Tower
Gunakan flash card dan lego untuk membentuk menara sebagai jawaban dari soal yang diberikan.
- Parking Lot Addition
Gunakan mobil mainan sebagai objek dalam membantu anak mengerjakan soal penjumlahan. Menggunakan mainan kesukaan mereka akan membangkitkan motivasi mereka dalam belajar.
- Pretend Play
Anak suka berimajinasi, Anda dapat mengajak anak bermain pretend play dengan mengaitkan konsep penjumlahan di dalamnya seperti pretend play jadi koki, penjaga toko dan lainnya.
- Sunny Day Addition
Ajak anak memilih paper plates yang berisi soal penjumlahan. Dorong anak untuk menjepit jepitan baju untuk jumlah angka pertama di satu sisi dan jumlah angka kedua di sisi lain. Terakhir ajak anak menghitung total jepitan yang ada di paper plate. Aktivitas ini juga dapat membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya.

- Create a Shoe Box Addition Machine
Buat mesin penjumlahan dengan menggunakan kotak sepatu dan dua cangkir yang bagian bawahnya dipotong. Anak melempar dua dadu, lalu gunakan mesin untuk mencari jawaban dengan memasukkan bola atau kancing melalui cangkir untuk menjumlahkan dua angka yang ditanyakan.
- Build Lego Tower
- Berikan Latihan
Semakin banyak latihan maka semakin besar potensi anak memahami konsep yang dipelajari. Anda dapat memberikan worksheet atau buku aktivitas yang sesuai dengan usia anak. Beberapa rekomendasi buku aktivitas yang dapat Anda gunakan:- Revised Edition: My Book of Simple Addition (4-6 Tahun)
Buku ini merupakan buku pertama untuk belajar penjumlahan. Dalam buku ini anak-anak akan belajar menjumlahkan angka 1-2 dengan angka 1-29, dengan angka 30 sebagai hasil penjumlahan terbesar. Pada bagian awal buku ini, anak-anak akan mulai dengan belajar menyebutkan dan menuliskan angka 1-30 dan secara bertahap masuk ke dalam latihan penjumlahan. - Everyday Math: Addition & Subtraction (6-8 Tahun)
Belajar penjumlahan & pengurangan dengan konteks kehidupan sehari-hari yang seru dan menyenangkan. Selesaikan soal latihan dengan dadu, game token dan counting tiles. Seri Everyday Math adalah untuk anak-anak yang sudah menguasai angka 1-100 serta penjumlahan & pengurangan dasar. Buku ini menyuguhkan pengalaman belajar melalui permainan untuk menolong anak Anda menguasai kemampuan numerik.
- Revised Edition: My Book of Simple Addition (4-6 Tahun)
Dalam mengajarakan konsep penjumlahan pada anak penting untuk diingat bahwa pembelajaran harus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak saat belajar. Melalui berbagai aktivitas kreatif dan media interaktif, Anda dapat membantu anak mendorong kemampuannya dalam penjumlahan dengan lebih menyenangkan.
Dengan memberikan pengalaman positif sejak dini, anak-anak dapat tumbuh dengan keyakinan bahwa matematika bukanlah sesuatu yang sulit, melainkan suatu hal yang menarik dan bisa dijelajahi dengan penuh kegembiraan.
Sumber:
Jackson Best, J. “How to Teach Addition | 7 Simple Steps”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.3plearning.com/blog/teach-addition/
Just Teachy. “Introducing Addition in Kindergarten”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.justteachy.com/2019/03/introducing-addition-in-kindergarten.html
Oxfordowl. “Addition & subtraction in Year 1 (age 5–6)”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://home.oxfordowl.co.uk/maths/primary-addition-subtraction/addition-subtraction-year-1-age-5-6/
Teach Starter. “9 Easy Addition Activities for Kids That Are Totally Hands On”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.teachstarter.com/us/blog/10-easy-simple-addition-activities-kids-us/
Twinkl. “What is Addition?”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.twinkl.co.id/teaching-wiki/addition
Understood. “When do kids learn addition and subtraction?”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.understood.org/en/articles/when-kids-learn-addition-subtraction
Warstillo, K. “14 Strategies for Teaching Addition”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://luckylittlelearners.com/14-strategies-for-teaching-addition/
We Are Teachers. “25 Awesome Addition Activities That All Add Up to Fun”. Diakses pada tanggal 20 Februari 2024. https://www.weareteachers.com/addition-activities/


