Tidak semua keluarga memilih menghabiskan liburan untuk bepergian atau rekreasi di luar rumah. Ada kalanya keluarga lebih memilih menggunakan waktu liburan untuk beristirahat dan quality time di rumah untuk menjaga kenyamanan anak dan juga menimbang faktor cuaca yang mungkin tidak bersahabat.
Meskipun demikian, liburan di rumah saja bukan berarti membosankan ya Mom & Dad!
Justru dengan perencanaan dan pemilihan aktivitas indoor yang tepat, liburan di rumah saja dapat menjadi momen yang berkesan untuk memperkuat ikatan atau bonding dengan anak dan juga bisa mendukung perkembangan anak!
Mengapa Aktivitas Liburan di Rumah Bisa Tetap Berkesan?
Mom & Dad, liburan tidak harus selalu ke luar kota atau mengunjungi tempat wisata untuk menciptakan momen spesial. Liburan di rumah juga dapat berkesan dan sebagian dari keluarga merasa paling nyaman ketika menghabiskan waktu penuh kehangatan.
Beberapa alasan mengapa aktivitas indoor bisa menjadi pilihan yang menarik untuk menghabiskan liburan:
- Untuk Anak
- Bermain dan beraktivitas di rumah memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak karena berada di lingkungan yang sudah dikenal sehingga anak lebih santai dan bebas berekspresi tanpa tekanan.
- Bermain atau melakukan aktivitas kreatif di dalam rumah dapat membantu menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, seperti:
- Kognitif: pemecahan masalah, penalaran, logical thinking, critical thinking, hingga kreativitas.
- Bahasa: meningkatkan kosakata, kemampuan bercerita, memahami instruksi, dan melatih percakapan sederhana.
- Motorik halus: melalui kegiatan seperti menggambar, mewarnai, menyusun balok, memasang puzzle, hingga meronce.
- Sosial-emosional: belajar bergiliran, menunggu giliran, bekerja sama, dan mengelola emosi melalui permainan peran atau aktivitas seni.
- Regulasi diri: anak belajar fokus, sabar, mengikuti aturan, dan menyelesaikan aktivitas hingga tuntas.
- Aktivitas bersama di dalam rumah dapat menguatkan bonding antara orang tua dengan anak. Momen ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk menciptakan keterikatan, rasa diterima, dan keamanan emosional bagi anak.
- Aktivitas indoor lebih mudah disesuaikan dengan usia dan minat anak, menghindari resiko cedera, dan juga overstimulasi pada anak.
- Untuk Orang Tua
- Liburan di rumah jauh lebih hemat dibandingkan pergi ke luar karena tidak memerlukan biaya transportasi, penginapan, maupun tiket masuk. Pilihan ini menjadi lebih fleksibel untuk berbagai kondisi finansial dan waktu.
- Mom & Dad dapat menyesuaikan aktivitas dengan kebutuhan anak, energi, dan juga mood anak. Jika anak rewel, capek atau bosan, aktivitas bisa diganti dengan cepat tanpa tekanan.
- Liburan di rumah juga dapat mengurangi stres bagi Mom & Dad karena tidak perlu persiapan yang rumit, seperti packing banyak barang, antri panjang, atau menghadapi kemacetan.
- Dengan menghabiskan waktu liburan di rumah, banyak aktivitas kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan momen quality time yang lebih intim dan juga berkesan. Penelitian juga menunjukkan rutinitas sederhana di rumah juga dapat memperkuat ikatan keluarga.
Ide Aktivitas Indoor untuk Mengisi Liburan Keluarga
Berikut beberapa ide aktivitas menarik yang bisa Mom & Dad lakukan di rumah selama liburan bersama anak!
- DIY art & craft: Membuat kolase dari kertas warna-warni, mencetak bentuk dari spons, membuat kartu ucapan, membuat topeng dari karton, menghias pot tanaman kecil. Aktivitas ini mengembangkan kreativitas, imajinasi, koordinasi mata dan tangan, dan motorik halus.
- Membuat scrapbook keluarga: Kumpulkan foto-foto keluarga, stiker, ataupun kertas bekas lainnya, lalu bersama-sama susun dalam scrapbook. Selain kreatif, ini juga bisa menjadi momen mengingat kenangan hangat bersama keluarga.
- Mini talent show keluarga: Ajak setiap orang untuk menunjukkan bakat yang ia punya, seperti membaca puisi, sulap sederhana, menari, menyanyi, dan lainnya. Selain menciptakan kebersamaan, ini juga akan membantu anak untuk percaya diri dan juga berani tampil.
- Pretend play “Museum Rumah Kita”: Ajak anak untuk mengumpulkan 5 benda di rumah yang punya kenangan, seperti baju bayinya, mainan lama, foto, atau barang lainnya. Mom & Dad juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Pajang di meja, lalu lakukan tour guide ala museum. Selain menyenangkan, ini dapat melatih komunikasi dan daya ingat anak. - Baking cookies atau cupcake: Selain menyenangkan (anak bisa ikut aduk adonan, beri topping), kegiatan ini juga membantu anak belajar menghitung, mengukur bahan, dan merasakan hasil usahanya.
- Berkreasi dengan buah: Membuat salad buah, sate buah, atau jus buah bersama. Aktivitas ini bisa mengenalkan anak pada ragam buah, warna, rasa, sekaligus kebiasaan makan sehat.
- Membuat bekal lucu (bento): Mom & Dad bisa coba ajak anak untuk menghias bekal makan dengan bentuk lucu, ini membantu kreativitas dan bisa jadi pengalaman menyenangkan bagi anak.
- Board games: Permainan papan, seperti monopoly, ular-tangga, ludo, cocok untuk seluruh anggota keluarga. Selain menyenangkan, bisa melatih kerjasama, toleransi, dan aturan.
- Bermain bayangan atau membangun tenda di ruang tamu/kamar: Misalnya, membuat “kemah dalam rumah” dengan selimut dan kursi, atau bermain bayangan dengan senter. Ini bisa jadi petualangan kecil yang menyenangkan di dalam rumah.
- Eksperimen sains sederhana: Misalnya, membuat “lava lamp” dari air + minyak + pewarna + tablet effervescent. Kemudian, dapat membuat “pelangi dalam gelas” (layer air dengan warna berbeda). Aktivitas ini menarik sekaligus edukatif bagi anak.
- Menghias rumah/dekorasi kamar: Aktivitas ini bisa Mom & Dad coba, terutama jika ada perayaan (Natal, ulang tahun, atau momen spesial lain), menghias kamar atau ruang keluarga bersama bisa membuat suasana baru yang menyenangkan.
- Menonton film bersama atau membaca buku cerita bersama: Pilih film atau buku dengan cerita yang cocok untuk anak.
Setelah menonton/membaca, ajak diskusi ringan, apa bagian yang mereka suka, karakter favorit, pelajaran apa yang bisa diambil. Ini juga membantu kemampuan bahasa dan empati. - Taste test game: Gunakan 4 – 6 jenis makanan aman (buah, sayur rebus, keju, roti, yogurt). Tutupi mata anak, lalu biarkan mereka menebak rasa atau teksturnya. Kegiatan ini sangat seru dan mengembangkan sensorik anak.
- Spy mission game: Buat misi, seperti agen rahasia mencari benda tertentu, melewati “laser” dari tali wol, memecahkan teka-teki kecil. Kegiatan ini bisa dilakukan di ruang tamu dan membuat suasana lebih menyenangkan.
- Family karaoke night: Tidak perlu alat khusus, hanya pakai YouTube. Ajak anak memilih lagu, bernyanyi bersama, atau lomba lipsync. Kegiatan ini meningkatkan bonding dan ekspresi diri.
- Indoor scavenger hunt (perburuan harta karun dalam rumah): Tuliskan daftar benda, seperti sesuatu yang merah, bulat, lembut, berbunyi. Ajak anak dan anggota keluarga lainnya untuk berlomba mencari dan mengumpulkannya.
- Bermain konstruktif: Gunakan lego, balok kayu, kotak bekas, atau bahkan bantal sofa. Bangun kota versi keluarga: ada jalan, gedung, rumah, dan toko-tokoan. Melalui aktivitas ini, anak akan belajar imajinasi dan konsep ruang.
Tips agar Liburan di Rumah Tetap Seru dan Tidak Membosankan
Mom & Dad, liburan di rumah tak kalah menyenangkan dengan bepergian ke tempat wisata, asalkan orang tua menyiapkan aktivitas yang hangat, kreatif, dan juga bervariasi.
Untuk membantu Mom & Dad, berikut tips dan trik yang dapat diterapkan untuk membuat berkesan!
- Buat Jadwal yang Ringan, tapi Fleksibel
Rancang 2 – 3 aktivitas utama per hari sebagai panduan. Sisanya, biarkan mengalir apa adanya agar anak lebih santai. - Beri Anak Pilihan Aktivitas agar Merasa Terlibat
Berikan pilihan sederhana seperti “Mau mewarnai atau bikin camilan?”. Ketika anak diberi kesempatan memilih, mereka merasa dihargai dan lebih bersemangat menjalani kegiatan. Keterlibatan mereka juga membantu mengurangi penolakan atau drama kecil yang sering muncul saat libur panjang. - Gunakan Tema Harian Untuk Memberi Variasi
Tema membuat hari terasa spesial tanpa harus menyiapkan hal rumit. Contohnya:- Hari Seni & Warna (melukis, kolase, membuat kartu kecil)
- Hari Koki Kecil (membuat camilan sederhana, menghias roti)
- Hari Cerita & Film (nonton film keluarga, baca nyaring berperan)
Anak akan lebih mudah antusias jika kegiatan ini memiliki tema. Kemudian, Mom & Dad akan lebih gampang dalam menentukan aktivitas.
- Sesuaikan Dengan Mood, Minat, dan Kemampuan Anak
Tidak apa-apa jika rencana berubah. Misalnya, ketika anak banyak energi, pilih permainan gerak, seperti menari bersama, menjelajah rumah atau aktivitas lain yang membutuhkan gerak aktif. Menyesuaikan ritme anak membantu menjaga suasana tetap menyenangkan. - Berikan Waktu Bebas bagi Anak
Anak butuh momen sendiri untuk bebas bereksplorasi dan bermain sesuai imajinasinya. Ini dapat membantu perkembangan kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, dan juga regulasi diri. Selama liburan, screen time boleh diberikan jika perlu.
Namun, pastikan jelas durasinya dan konten yang ditonton juga ramah dan edukatif bagi anak. - Berlatih Menerima Ketidaksempurnaan
Liburan di rumah pasti ada berantakan, rencana yang melenceng, atau tantrum kecil. Itu semua normal. Cobalah lebih toleran pada kekacauan ringan, yang penting anak merasa diterima, bukan dituntut. - Jaga Energi Orang Tua Tetap Stabil
Luangkan waktu untuk diri sendiri walau sebentar, seperti minum teh, mandi air hangat, duduk tanpa distraksi. Mom & Dad yang tenang, akan menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman sehingga liburan terasa lebih ringan bagi seluruh keluarga. - Rayakan Momen-Momen Kecil
Apresiasi hal sederhana, seperti anak mau membereskan mainan, mencoba hal baru, atau tertawa bersama. Momen inilah yang membuat liburan terasa hangat dan penuh kenangan.
Liburan di rumah bukan berarti kehilangan makna dari “liburan” itu sendiri.
Justru dibalik kesederhanaannya, tersimpan banyak kesempatan untuk memperkuat hubungan antar anggota keluarga, menumbuhkan kreativitas anak, mendorong perkembangan anak, dan juga menciptakan momen hangat dan berkesan yang dapat dikenang anak di masa depan.
Jadi, tidak perlu khawatir jika liburan kali ini dihabiskan di rumah saja ya, Mom & Dad!
Dengan sedikit perencanaan dan ide kreatif, rumah bisa jadi tempat yang hangat untuk berlibur!
Sumber:
American Academy of Pediatrics. (2007). The importance of play in promoting healthy child development and maintaining strong parent-child bond: Focus on children in poverty, trauma, and other adverse situations. Pediatrics, 119(1), 182–191. https://doi.org/10.1542/peds.2006-2697
Cluey Learning. (n.d). 79 Fun Indoor Activities For Kids. Diakses pada tanggal 05 Desember 2025. https://go.clueylearning.com.au/en/fun-indoor-activities-for-kids/
Hayati, S. N., & Putro, A. Z. (2021). Bermain dan permainan anak usia dini. Generasi Emas Journal, 4(2), 45–56. Universitas Islam Riau. https://journal.uir.ac.id/index.php/generasiemas/article/download/6985/3381
Li, D., Chen, T., & Zhao, L. (2023). The effect of the time parents spend with children on children’s well-being. Frontiers in Psychology, 14, 112–122. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10106685/
LiggettVille News. (2023, September 28). 7 benefits of indoor play for children. Diakses pada tanggal 05 Desember 2025. https://liggerville.com/7-benefits-of-indoor-play-for-children/
Nikclaus Children’s Hospital. (n.d). Five Indoor Holiday Activities To Do With Your Family. Diakses pada tanggal 05 Desember 2025. https://www.nicklauschildrens.org/patient-resources/blog/2021-blog-posts/indoor-holiday-activities
Offer, S. (2013). Family time activities and adolescents’ emotional well-being. Journal of Marriage and Family, 75(1), 26–41. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2012.01025.x
OffTheWallKidz. (n.d.). 8 benefits of indoor play for kids’ physical and mental growth. Diakses pada tanggal 05 Desember 2025. https://offthewallkidz.com/8-benefits-of-indoor-play-for-kids-physical-and-mental-growth/
Roman, N. V., Isaacs, D., & Sodi, T. (2025). Strengthening family bonds: A systematic review of family cohesion and individual well-being. Social Sciences, 14(6), 371. https://doi.org/10.3390/socsci14060371


