Reggio Emilia Approach: Prinsip dan Manfaatnya bagi Anak

Reading Time: 4 minutes

Sub Topik:

  • Latar Belakang Pendekatan Reggio Emilia
  • Profil Singkat Loris Malaguzzi
  • Apa itu Reggio Emilia Approach?
  • Manfaat Reggio Emilia Approach

Dalam dunia pendidikan terdapat banyak pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak belajar dan mengembangkan keterampilannya dengan optimal. Salah satu pendekatan yang mungkin sering Anda dengar adalah Reggio Emilia. Banyak sekolah di seluruh dunia memakai pendekatan ini khususnya untuk pendidikan anak usia dini. Mengapa demikian? Mari simak uraian berikut!

Latar Belakang Pendekatan Reggio Emilia

Pendekatan Reggio Emilia lahir pasca Perang Dunia II di Italia, tepatnya di kota Reggio Emilia. Hal ini muncul karena kebutuhan akan pendidikan yang lebih humanistik dan holistik. Loris Malaguzzi menjadi pelopor pendekatan ini dimana pendekatan ini menekankan partisipasi aktif anak, pembelajaran yang berpusat pada anak, penghargaan atas hak-hak anak dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan. Dengan fondasi ini, Reggio Emilia Approach memengaruhi praktik pendidikan global, mendorong kreativitas, partisipasi aktif, dan penghargaan terhadap keunikan anak.

Profil Singkat Loris Malaguzzi

Lahir pada 23 Februari 1920, Loris Malaguzzi besar di Reggio Emilia. Ia mengeyam pendidikan di  sekolah menengah Istituto Magistrale dan lulus dengan gelar di bidang pedagogi dari Urbino University pada tahun 1946. 

Malaguzzi mulai menjadi pendidik pada akhir 1946 dan menjadi direktur di Convitto Scuola della Rinascita in Rivaltella, Reggio Emilia. Malaguzzi dan komunitasnya membentuk Pendekatan Reggio Emilia sebagai respons terhadap kebutuhan akan pendidikan yang lebih humanistik dan holistik. 

Prestasinya diakui secara internasional, termasuk Penghargaan Internasional UNESCO pada 1992. Warisannya terus hidup melalui Loris Malaguzzi International Center dan Reggio Children, memengaruhi pendekatan kreatif dan kolaboratif di pendidikan anak usia dini di seluruh dunia.

Apa itu Reggio Emilia Approach?

Reggio Emilia Approcach dikenal karena filosofi pendidikannya berfokus pada anak dan lingkungan belajar yang unik. Pendekatan ini menitikberatkan pada keingintahuan anak dan kemampuan mereka untuk belajar melali eksplorasi dan pengalaman langsung. Pendekatan ini menekankan pada stimulasi indera anak-anak, memadukan pengalaman visual, pendengaran, sentuhan, pengecapan dan penciuman untuk memfasilitasi proses belajar. 

Prinsip utama Reggio Emilia Approach:

  1. Inkuiri: Fokus pada rasa ingin tahu anak, responsif terhadap motivasi dan minat mereka.
  2. Project Based: Guru mencari ide dari bermain sebagai dasar proyek, mendorong pertanyaan dan penyelidikan. Mengembangakan minat individu menjadi proyek kelompok yang mendalam.
  3. Lingkungan Sebagai Guru Ketiga: Lingkungan dirancang dengan berbagai material yang provokatif (mengundang minat dan keingintahuan anak) dan mendorong pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.
  4. Pengalaman Ekspresif: Guru mendorong anak-anak menggunakan berbagai cara kreatif untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide mereka. Seperti menjelaskan apa itu “kucing” melalui cara anak sendiri sepreti dari lagu, gambar, kerajinan, kata-kata, dan lainnya.
  5. Kolaborasi, Dialog dan Pertukaran Ide: Anak didorong untuk berinteraksi, berdiskusi dan berargumen dengan orang lain untuk membangun pemahaman bersama. Guru menjadi pengamat, pendengar, mitra dan provokator anak dalam mengembangkan keterampilan dan konsep yang diperlukan anak untuk membangun pengetahuan baru.
  6. Dokumentasi: Guru mencatat tindakan dan ucapan anak untuk memahami mereka lebih baik, mengembangkan interaksi dan membangun pengalaman kurikuler bersama anak. Dokumentasi digunakan untuk menyoroti proses pembelajaran anak-anak dan dibagikan dengan mereka serta keluarga untuk refleksi dan pemahaman bersama.

Manfaat Reggio Emilia Approach

Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa pendekatan ini berdampak positif bagi perkembangan anak, diantaranya:

  1. Menanamkan Sikap Pembelajar Sepanjang Hayat
    Pendidikan dengan pendekatan ini mendorong semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learner) dengan membuat anak-anak menjadi peserta aktif dalam pengalaman belajar mereka. Anak didorong oleh minat dan rasa ingin tahu mereka sendiri, menjadikan semangat belajar menjdi sumber daya mereka untuk menjelajah pengetahuan yang lebih luas.
  2. Mendukung Perkembangan yang Holistik
    Pendekatan ini memperhatikan perkembangan sosial, emosional, kognitif, bahasa dan fisik anak. Melalui pengalaman artistik dan kolaboratif serta pengalaman sensorik maka kreativitas anak, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah dapat dikembangkan lebih optomal. 
  3. Mengembangkan Keterampilan Kolaboratif
    Anak-anak membangun keterampilan kolaboratif melalui proyek kelompok, diskusi dan kegiatan kolaboratif lainnya. Anak akan belajar untuk mendengar, berkomunikasi, bernegosiasi dan bekerja sebagai tim. 
  4. Mengembangkan Kreativitas
    Anak-anak didorong untuk berekspresi dan bereksplorasi melalui seni, musik, gerakan, dan permainan imajinatif dan berbagai cara lainnya yang membantu kreativitas mereka berkembang. Mereka belajar berpikir di luar kebiasaan, mengekspresikan ide-ide, dan menghadapi tantangan dari berbagai sudut pandang. 
  5. Membangun Resiliensi dan Pola Pikir yang Terus Berkembang (Growth Mindset)
    Melalui pendekatan ini anak dapat mengasah resiliensi, kemampuan beradaptasi dan growth mindset. Mereka belajar melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, belajar mengambil risiko, dan membentuk sikap positif terhadap kesalahan sebagai pembelajaran pribadi.

Secara keseluruhan pendekatan Reggio Emilia menghadirkan landasan yang kuat dan menekankan pada keunikan dan potensi setiap anak. Pendekatan Reggio Emilia, sebuah pendekatan inovatif dalam pendidikan anak usia dini, menekankan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Pendekatan ini dapat Anda pertimbangkan ketika Anda memilih sekolah untuk anak Anda.

Sumber:

Aden, F., & Theodotou, E. (2019). Reggio Emilia and the arts approach: Two exceptional examples of multimodal learning in early years. Journal of Global Education and Research, 3(2), 158-167. 

Alkhudhair, Duna. (2014). Creativity and the Reggio Emilia Approach. The William & Mary Educational, 2(2), 52-57.

Explorers Early Learning. “ Exploring the Reggio Emilia Approach® to Early Childhood Education”. Diakses pada tanggal 05 maret 2024. https://eel.com.au/family/blog/exploring-the-reggio-emilia-approach-to-early-childhood-education/ 

Main, Paul. “Reggio Emilia”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://www.structural-learning.com/post/reggio-emilia 

Splash Learn. “What is Reggio Emilia Approach: Features, Benefits & Traits”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://www.splashlearn.com/blog/reggio-emilia-approach/ 

The Education Hub. “The Reggio Emilia approach”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://theeducationhub.org.nz/the-reggio-emilia-approach/ 

Valentine, M. 2006. The Reggio Emilia Approach to Early Years Education. UK: Learning and Teaching Scotland.

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop