Bersama SRL, Tumbuhkan Anak Jadi Lifelong Learner sejak Dini!

Reading Time: 8 minutes

Dalam dunia yang berubah sangat cepat, kemampuan untuk terus belajar menjadi kunci utama untuk dapat bertahan dan bertumbuh. Alasan ini menunjukkan pentingnya penanaman semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) dalam diri anak sejak dini.

Salah satu cara efektif dalam menumbuhkan kecintaan belajar yang berkelanjutan ini adalah dengan mengenalkan konsep SRL (Self-Regulated Learning).

Yuk, pahami selengkapnya bersama artikel berikut!

Apa Itu SRL (Self-Regulated Learning)?

SRL (Self-Regulated Learning) merupakan kemampuan individu yang proaktif dalam mengatur dan mengendalikan proses belajarnya sendiri. Konsep ini diperkenalkan oleh Barry Zimmerman dalam bukunya Developing Self-Regulated Learners: Beyond Achievement to Self-Efficacy (1996). 

Zimmerman menekankan bahwa pelajar yang mandiri bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka.

Empat Tahap dalam Siklus SRL

*Siklus SRL oleh Zimmerman (1996).
Elemen SRL Penjelasan
Self-evaluation & monitoring
(Evaluasi awal)
Mengevaluasi sudah sejauh mana kemampuan dan perkembangan anak
Goal setting & strategic planning
(Perencanaan capaian & strategi)
Menentukan tujuan belajar dan merancang strategi untuk mencapainya
Strategy-implementation monitoring
(Pelaksanaan strategi)
Melaksanakan strategi belajar yang sudah direncanakan
Strategic-outcome monitoring
(Penilaian efektivitas strategi)
Menilai efektivitas strategi terhadap hasil belajar

Pemahaman mengenai Lifelong Learner

Seorang pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) adalah individu yang tidak pernah berhenti belajar. Mereka memiliki sikap terbuka dan selalu haus terhadap pengetahuan baru, berani mencoba hal-hal baru, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Belajar yang dimaksud tidak terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup pengalaman, pembelajaran nonformal, dan keterampilan hidup. Anak-anak yang dibiasakan untuk belajar secara mandiri dan reflektif sejak dini akan lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa depan. 

Contoh Penerapan SRL di Rumah

Usia : 2-3 tahun
Goal : Anak dapat mengenali, menyebutkan, menuliskan angka 1-10.
Academic Skills :
  • Mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1–10
  • Memahami konsep jumlah kecil (1–3, kemudian meningkat ke 10).
Soft Skills :
  • Konsentrasi
  • Rasa ingin tahu
  • Mengikuti instruksi sederhana.

Aktivitas

Pendekatan SRL

Mengenali, menyebutkan, menuliskan angka 1-30

Misalnya:

  1. Menghitung benda kecil (biji-bijian, manik-manik, stik es krim)
  2. Berhitung menggunakan kartu angka
  3. Menyebutkan urutan angka dalam lagu berhitung
  4. Menulis angka dengan menebalkan titik-titik.

 

1.     Evaluasi

Ajak anak untuk mengingat pengalaman sebelumnya. Contoh kalimat orang tua: “Tadi kita main bola. Berapa bola yang kita punya ya?”

2.     Goal & Strategy

Goal:

  • Jelaskan tujuan hari ini dengan bahasa sederhana: “Hari ini kita tidak hanya bermain bola, tapi kita akan coba menghitung bola yang kita punya ya.”

Strategy:

  • Siapkan 3 mainan di depan anak, susun berderet (berurutan).
  • Orang tua memperagakan sambil menunjuk: “Satu” (sentuh mainan pertama), “Dua” (sentuh mainan kedua), “Tiga” (sentuh mainan ketiga).
  • Ajak anak menirukan sambil memberi jeda setelah setiap angka agar anak diberi waktu untuk menanggapi.
  • Gunakan nyanyian pendek atau gerakan jari (finger play) untuk membuatnya menyenangkan.
  • Ulang 2–3 kali, kemudian minta anak mencoba sendiri sambil memindahkan mainan ke wadah.
  • Ajak anak untuk mengenal dan menulis angka 1-3 terlebih dahulu diatas pasir/tepung/papan tulis kecil.
  • Jika anak sudah mahir 1-3, kenalkan angka berikutnya dengan strategi yang sama (1-5, 1-7, 1-10)
  • Lakukan di berbagai kesempatan (sebelum tidur, saat beres-beres mainan, dll.), tetapi sesi singkat (1–5 menit).
  • Ganti mainan atau gunakan benda di sekitar rumah untuk variasi.
  • Jangan memaksa, hentikan bila anak mulai lelah atau kehilangan minat.
  • Jika anak belum bisa meniru, turunkan tuntutan (minta anak hanya menyentuh mainan yang Anda tunjuk dulu).
  • Lakukan sering tetapi singkat, konsistensi lebih penting daripada durasi yang panjang

3.     Implementasi

  • Ajak anak menghitung sambil memindahkan benda.
  • Gunakan instruksi atau pertanyaan pemandu:
    • “Lihat ini ada 1 bola. (sentuh) Satu. Sekarang ini satu lagi. (sentuh) Dua. Sekarang satu lagi. (sentuh) Tiga. Sekarang giliran kamu.”
    • “Berapa banyak bola yang ada di wadah?”
  • Saat anak menulis angka, dampingi: “Coba tulis angka dua puluh satu, lihat bentuknya seperti apa.”
  • Jika salah menghitung: ulang pelan dengan anak: “Oke, ayo kita hitung lagi pelan-pelan: satu… (tunggu jawaban), dua… tiga…” 
  • Beri kesempatan anak mengoreksi sendiri.

4.     Outcome

  • Anak mampu menghitung 1–10: Anak dapat mengikuti urutan angka “satu, dua, tiga, dst..” baik dengan bimbingan maupun secara mandiri.
  • Anak mampu memahami konsep jumlah: Anak tidak hanya menyebut angka, tetapi juga menghubungkannya dengan jumlah benda yang nyata (contoh: menyebut “dua” saat ada dua bola).

Usia

:

3-4 tahun

Goal

:

Anak dapat mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1-30.

Academic Skills

:
  • Mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1–30
  • Mengenal urutan angka
  • Memahami konsep “lebih banyak” atau “lebih sedikit”.

Soft Skills

:
  • Fokus dan konsentrasi
  • Daya ingat
  • Kepercayaan diri
  • Kemandirian mencoba menulis sendiri
  • Mengikuti instruksi sederhana.

Aktivitas

Pendekatan SRL

Mengenali, menyebutkan, menuliskan angka 1-30

Misalnya:

  1. Menghitung benda kecil (biji-bijian, manik-manik, stik es krim)
  2. Berhitung menggunakan kartu angka
  3. Menyebutkan urutan angka dalam lagu berhitung
  4. Menulis angka dengan menebalkan titik-titik.

 

1.     Evaluasi

Ajak anak untuk mengingat pengalaman sebelumnya. Contoh kalimat orang tua: “Kemarin kita sudah belajar angka berapa saja ya?”

2.     Goal & Strategy

Goal:

  • Jelaskan tujuan hari ini dengan bahasa sederhana: “Hari ini kita mau menghitung sampai tiga puluh, yuk kita lihat bisa sampai mana!”

Strategy:

  • Siapkan benda-benda kecil seperti stik eskrim maupun biji-bijian/manik-manik/stik es krim (awasi penggunaan).
  • Ajak anak menghitung sambil menata benda dalam kelompok sepuluh.
  • Tunjukkan pola setiap 10 angka (10, 20, 30) agar anak mulai mengenali struktur angka puluhan.
  • Gunakan lagu atau permainan “angka hilang” (misalnya, “Setelah 11 apa, ya?”).
  • Untuk menulis, sediakan lembar kerja angka (tracing) dan bantu anak menebalkan.
  • Lakukan latihan dalam sesi singkat, maksimal 10 menit.
  • Beri pujian atas usaha, bukan hanya hasil, agar anak termotivasi.
  • Jika anak lupa urutan, bantu dengan visualisasi atau lagu berhitung.
  • Ajak anak menempel stiker setiap kali ia menyelesaikan target baru.

3.    Implementasi

  • Ajak anak menghitung benda kecil yang sudah disiapkan.
  • Gunakan pertanyaan pemandu: “Ada berapa stik es krim di keranjang ini?”
  • Saat anak menulis angka, dampingi: “Coba tulis angka dua puluh satu, lihat bentuknya seperti apa.”
  • Jika salah, bantu dengan pengulangan pelan sambil menunjukkan urutan di lembar angka.
  • Biarkan anak menilai sendiri hasil tulisannya (“Apakah urutannya sudah benar?”).

4.     Outcome

  • Anak mampu menulis dan menyebut angka 1–30 secara berurutan.
  • Anak mulai memahami pola puluhan dan bisa memperbaiki kesalahan sendiri dengan bimbingan minimal.
  • Anak mampu menuliskan angka 1-30 dengan cara menjiplak (tracing) atau menuliskannya sendiri tanpa bantuan.

Usia

:

4-5 tahun

Goal

:

Anak dapat mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1-100.

Academic Skills

:
  • Mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1–100
  • Memahami pola puluhan (10, 20, 30, dst.)
  • Menggunakan garis bilangan sederhana.

Soft Skills

:
  • Konsentrasi
  • Kemandirian menyelesaikan tugas
  • Pemecahan masalah (problem solving)
  • Kemampuan berpikir logis dan sistematis.

Aktivitas

Pendekatan SRL

Mengenali, menyebutkan, menuliskan angka 1-30

Misalnya:

  1. Mengenali, menyebutkan, dan menuliskan angka 1–100
  2. Memahami pola puluhan (10, 20, 30, dst.)
  3. Menggunakan garis bilangan sederhana

 

1.     Evaluasi

Ajak anak untuk mengingat pengalaman sebelumnya. Contoh kalimat orang tua: “Kemarin kita sudah belajar angka berapa saja ya?”

2.     Goal & Strategy

Goal:

  • Jelaskan tujuan: “Hari ini kita mau hitung sampai seratus, yuk kita coba pelan-pelan.”

Strategy:

  • Gunakan chart/garis bilangan 1–100 sebagai alat bantu visual.
  • Minta anak menunjuk angka sambil menyebutkannya.
  • Bagi latihan menjadi kelompok 10 angka agar anak tidak kelelahan.
  • Ajak bermain “angka hilang” dengan menutup beberapa angka dan menebaknya.
  • Gunakan permainan seperti “siapa cepat temukan angka” dengan kartu angka.
  • Dorong anak untuk menulis angka berurutan dari memori tanpa contoh setelah latihan beberapa kali.
  • Gunakan lembar kerja untuk membantu anak menulis angka 1-100.
  • Setelah selesai, ajak anak memeriksa ulang hasil tulisannya dan memberi tanda centang pada urutan yang benar.
  • Gunakan waktu singkat tapi rutin (5–10 menit sehari).
  • Hindari tekanan, beri apresiasi pada usaha anak.

3.    Implementasi

  • Ajak anak menghitung mundur atau maju menggunakan papan angka.
  • Gunakan pertanyaan pemandu: “Setelah 78 angka berapa?” atau “Sebelum 90 angka apa?”
  • Minta anak menunjuk dan menulis angka tersebut di kertas.
  • Jika salah, ulang bersama dengan pelan-pelan.
  • Beri kesempatan anak memperbaiki sendiri sebelum dikoreksi.

4.     Outcome

  • Anak mampu menulis urutan angka 1–100 secara mandiri dan memahami urutan puluhan.

Usia

:

5-6 tahun

Goal

:

Anak mampu melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sederhana hingga 20.

Academic Skills

:
  • Memahami konsep operasi hitung dasar
  • Melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana (hingga 20)
  • Menggunakan strategi visual (garis bilangan, gambar).

Soft Skills

:
  • Konsentrasi
  • Pemecahan masalah
  • Kepercayaan diri dalam menjawab
  • Self-efficacy (memeriksa hasil sendiri)
  • Kemandirian menyelesaikan tugas

Aktivitas

Pendekatan SRL

Operasi hitung sederhana (penjumlahan dan pengurangan)

Misalnya:

  1. Menghitung benda konkret (buah, kancing, balok)
  2. Menggunakan garis bilangan 0–20
  3. Menyelesaikan soal cerita sederhana.

 

1.     Evaluasi

Ajak anak mengingat pengalaman berhitung sebelumnya untuk mengaktifkan kembali pengetahuan lama.
Contoh:

    • “Kemarin kita punya 5 apel, kalau dimakan 1, sisa berapa ya?”
    • “Kamu masih ingat waktu kita tambah kancing kemarin?”

Tujuannya agar anak menyadari apa yang sudah dikuasai dan siap belajar hal baru

2.     Goal & Strategy

Goal:

  • Jelaskan tujuan hari ini dengan bahasa sederhana: “Hari ini kita mau belajar menghitung tambah dan kurang, tapi pakai mainanmu, jadi tetap seru!”

Strategy:

  • Melatih Penjumlahan:
    • Letakkan 3 kancing di depan anak.
    • Tambahkan 2 kancing, lalu katakan sambil menunjuk: “Tiga… (sentuh satu per satu). Tambah dua lagi, jadi… satu, dua… berapa semuanya?”
    • Jika anak menjawab salah, bantu ulang: “Coba hitung pelan-pelan, satu, dua, tiga…”
    • Saat anak menjawab benar, beri pujian spesifik: “Kamu teliti banget menghitungnya!”
    • Jika anak sudah paham konsepnya, Anda dapat melatihnya menggunakan lembar kerja.
  • Melatih Pengurangan:
    • Letakkan 7 balok di meja.
    • Katakan: “Ada tujuh balok. Kalau diambil dua, sisa berapa?”
    • Ajak anak ambil dua balok, lalu hitung sisa bersama: “Satu… dua… tiga… empat… lima! Jadi 7 dikurangi 2, hasilnya 5.”
    • Berikan pujian spesifik: “Wah, kamu pintar banget menemukan sisanya.”
    • Jika anak sudah paham konsepnya, Anda dapat melatihnya menggunakan lembar kerja.
  • Menggunakan Garis Bilangan:
    • Gambar garis 0–20 di kertas besar.
    • Katakan: “Sekarang kita mulai di angka 5. Kalau tambah 3, kita lompat maju tiga kali. Satu, dua, tiga. Berhenti di angka berapa?”
    • Lanjutkan dengan contoh pengurangan: “Mulai di angka 10, mundur dua langkah, berhenti di angka berapa?”
  • Tanyakan: “Kamu tadi tambahnya gimana ya? Bisa jelaskan?. “Kamu lebih suka pakai garis bilangan atau pakai kancing?”. Pertanyaan seperti ini melatih anak mengenali cara belajarnya sendiri.

3.    Implementasi

  • Ajak anak menghitung benda nyata sambil mengucapkan setiap langkah.
    • “Kalau punya 4 kancing, ditambah 3 lagi jadi berapa?”
    • “Kalau 7 balok diambil 2, sisanya berapa?”
  • Gunakan instruksi pemandu yang konsisten:
    • “Lihat ini ada 1 bola. (sentuh) Satu. Sekarang ini satu lagi. (sentuh) Dua. Sekarang satu lagi. (sentuh) Tiga. Sekarang giliran kamu.”
  • Jika anak salah menghitung, ulang dengan pelan sambil memberi kesempatan anak memperbaiki: “
    • “Oke, ayo kita hitung lagi pelan-pelan: satu… dua… tiga…”
  • Setelah anak selesai, minta ia menghitung ulang hasilnya sendiri:
    • “Kamu yakin hasilnya tujuh? Yuk kita periksa bareng.”
  • Gunakan permainan sederhana untuk menjaga minat: 
    • “Ayo tebak, kalau mama punya 8 permen dan kasih 3 ke kamu, sisa berapa?”
    • “Kalau kamu bisa jawab tiga soal benar, kamu boleh pilih lagu yang mau dinyanyiin.”
  • Tutup sesi dengan apresiasi
    • “Kamu hebat banget hari ini, bisa tambah dan kurang tanpa takut salah.”
    • “Besok kita coba tambah lebih banyak, yuk”

4.     Outcome

  • Anak mampu menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan sederhana secara mandiri.
  • Anak memahami makna “bertambah” dan “berkurang” melalui pengalaman konkret/nyata.
  • Anak mampu menjelaskan proses berpikirnya dengan kata-kata sendiri.
  • Anak mulai memeriksa jawaban sendiri dan memperbaikinya tanpa diminta.

SRL: Langkah Dini Menjadi Lifelong Learner

Kemampuan belajar mandiri merupakan keterampilan fundamental dalam membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat. Self-Regulated Learning (SRL) bertujuan untuk menciptakan pembelajar yang mampu menetapkan tujuan belajar, mengelola proses belajar, dan mengevaluasi hasil secara mandiri. 

Meskipun anak usia dini belum sepenuhnya mampu menerapkan SRL, peran guru dan orang tua sangat penting dalam membimbing mereka secara bertahap menuju kemandirian belajar.

Dengan pendekatan SRL yang tepat, pendidikan anak usia dini akan menjadi fondasi yang kuat bagi terbentuknya karakter pembelajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, ayo tumbuhkan kecintaan belajar anak Anda sekarang!

Sumber:

Community Consolidated School District 62. “Kindergarten Readiness Skills”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.d62.org/learning/elementary-school-learning/kindergarten-handbook/kindergarten-readiness-skills 

Learning Resources. “10 Skills Every Child Needs to Be Ready for Kindergarten”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.learningresources.com/blog/10-skills-every-child-needs-ready-kindergarten/ 

LeVos, J S.. “7 Essential Kindergarten Skills: A Readiness Checklist”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.beginlearning.com/parent-resources/kindergarten-readiness-checklist/ 

Morin, Amanda. “Skills Kids Need Going Into Kindergarten”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.understood.org/en/articles/skills-kids-need-going-into-kindergarten 

Scholastic. “Is Your Child Ready for Kindergarten? Prepare Them With These 7 Tips’. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.scholastic.com/parents/school-success/school-life/grade-by-grade/preparing-kindergarten.html 

Washington Kindergarten Inventory of Developing Skills. “Characteristics of Children Entering Kindergarten”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://ospi.k12.wa.us/student-success/testing/state-testing/washington-kindergarten-inventory-developing-skills-wakids 

Whitby School. “8 Developmental Milestones Your Child Should Achieve Before Kindergarten”. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2024. https://www.whitbyschool.org/passionforlearning/8-developmental-milestones-your-child-should-achieve-before-kindergarten

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop