|
Sub Topik:
|
Apakah Anda sering membaca bersama dengan anak di rumah? Jika belum, mungkin sudah saatnya untuk memulainya. Rutinitas membaca bersama anak memiliki banyak manfaat positif yang luar biasa untuk perkembangan mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa kegiatan membaca bersama sangat penting dan memberikan beberapa tips praktis untuk membantu Anda menjalankan rutinitas ini dengan efektif.
Pentingnya Membaca Sejak Dini
Membaca bersama anak bukan hanya tentang menghabiskan waktu berkualitas bersama mereka, tetapi juga merupakan investasi besar dalam perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dibacakan cerita memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik, kosa kata yang lebih luas, dan pemahaman yang lebih baik terhadap dunia di sekitar mereka. Selain itu, membaca bersama dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, menciptakan kenangan yang berkesan bagi anak di masa kecil.
Membaca sejak dini berarti mengenalkan anak pada bahan bacaan yang sesuai dengan perkembangan mereka. Ini bukan tentang mengajarkan anak mengeja pada usia yang sangat muda, tetapi lebih kepada melibatkan mereka dalam aktivitas membaca.
Pada usia dini, terutama antara 6 bulan hingga 6 tahun, anak berada pada tahap The Emerging Pre-Reader. Pada tahap ini, mereka mulai melihat, mendengarkan, dan tertarik pada buku serta mengenal beberapa kata sederhana. Peneliti dan ahli menyatakan bahwa anak-anak yang terbiasa dengan buku cenderung memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik, terutama dalam kemampuan menyimak, mengenal huruf, pemaknaan kata, dan pengembangan kosakata.
Membaca Bersama Anak
Ciri perilaku yang terlihat pada tahap The Emerging Pre-Reader (6 bulan – 6 tahun):
- Mulai menyukai buku dan senang melihat gambar-gambar di dalamnya
- Meminta dibacakan buku yang sama berulang kali
- Mulai menghafal cerita favorit dan berpura-pura membacanya
- Mencoba menulis nama sendiri dan mengenali beberapa kata sederhana
- Dapat bernyanyi ABC meskipun mungkin belum mampu mengidentifikasi masing-masing abjad dengan benar
- Mulai mampu menemukan kosakata baru di lingkungan sekitarnya
Oleh karena itu memfasilitasi anak dengan kegiatan dan media yang tepat pada usia ini menjadi tugas penting setiap orang tua. Membaca bersama dengan anak tentu menjadi salah satu cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk memenuhi keingintahuannya terhadap bahan bacaan pada tahap ini.

Membangun Rutinitas Membaca Bersama Anak
Membangun rutinitas membaca bersama anak menjadi langkah penting yang perlu Anda lakukan untuk memfasilitasi dan mendukung perkembangan keterampilan membaca anak. Beberapa tips untuk membantu Anda membangun rutinitas ini seperti:
- Tetapkan Jadwal dan Diskusikan dengan Anak
Buatlah jadwal untuk menentukan waktu yang konsisten untuk membaca bersama anak. Anda perlu mendiskusikan isi cerita dengan anak agar ia merasa terlibat dan bukan karena paksaan. Anda dapat membangun rutinitas ini setelah makan malam atau sebelum tidur. - Libatkan Anak dalam Pemilihan Buku
Biarkan anak memilih buku yang ingin mereka baca karena ini memberikan mereka rasa keterlibatan dalam kegiatan membaca dan dapat mendorong minat mereka untuk menyimak buku yang akan dibacakan. - Ciptakan Lingkungan Membaca yang Menyenangkan
Anda dapat menyediakan satu area sebagai pojok baca yang nyaman bagi anak. Anda dapat menggunakan lampu kecil, bantal, selimut, rak buku dan buku-buku dengan gambar yang menarik bagi anak.

- Baca Buku yang Sama dalam Beberapa Hari
Mengulang membaca buku yang sama dalam beberapa hari memberikan kesempatan kepada anak untuk memahami cerita lebih baik, mengenali kata-kata, dan membangun kepercayaan diri mereka dalam membaca. - Gunakan Metode “Read Aloud”
Metode read aloud atau membaca nyaring diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Ambil inisiatif untuk membacakan cerita dengan suara yang menarik dan ekspresif. Ajak anak untuk berpartisipasi dalam membaca dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membacakan atau mengulang kata-kata tertentu. - Tanyakan Pendapat Anak
Diskusikan cerita setelah selesai membacanya. Tanyakan pada anak apa yang ia rasakan, apa yang ia sukai dan tidak disukai. Anda juga dapat secara perlahan menanyakan apa kesimpulan atau pesan yang ia peroleh dari buku yang dibacakan. - Libatkan Seluruh Keluarga
Jadikan membaca sebagai rutinitas seluruh anggota keluarga. Bila anak melihat membaca menjadi rutinitas setiap orang di sekelilingnya, maka secara perlahan ia akan mengikuti contoh tersebut. Ingatlah anak lebih cepat belajar apa yang ia lihat daripada yang ia dengar.
Manfaat Membaca Bersama Anak
Membaca bersama anak memiliki berbagai manfaat bagi anak diantaranya:
- Mendorong Perkembangan Bahasa Anak
Membacakan buku pada anak bahkan sebelum mereka mampu berkomunikasi secara verbal dapat membantu anak meletakkan dasar neurologis dalam penggunaan bahasa dan literasi. Buku memungkinkan mereka mendengar kosa kata baru dan cara baru dalam merangkai kata, sehingga memperluas kemampuan mereka untuk memahami dan menggunakan bahasa
Peneliti juga telah menemukan bahwa anak-anak yang orang tuanya membacakan buku untuk mereka setiap hari telah mendengar setidaknya 290.000 kata lebih banyak saat mereka memasuki Taman Kanak-kanak dibandingkan anak-anak yang tidak rutin membacakan buku. Oleh karena itu membaca buku dapat membantu mendorong perkembangan bahasa anak khususnya pada kemampuan menyimak, pemaknaan kata, tata bahasa dan juga memperluas kosakata anak. - Membangun Empati dan Kesadaran Emosional Anak
Melalui membaca bersama, anak akan belajar tentang berbagai jenis emosi yang disampaikan lewat cerita, penghargaan terhadap perasaan orang lain, serta budaya, gaya hidup, dan sudut pandang lainnya yang dapat membangun empati dan kesadaran emosional anak. - Meningkatkan Hubungan Emosional Antara Orang Tua dan Anak
Waktu membaca dapat menciptakan momen istimewa antara orang tua dan anak. Anda dapat terhubung dan lebih dekat dengan anak saat bercerita. Ini akan membuat anak merasa dicintai dan berharga bagi orang tua. - Meningkatkan Keterampilan Komunikasi
Saat membaca cerita, anak memperluas kosakata, tata bahasa dan makna kata. Ini akan mendorong peningkatan keterampilan komunikasi anak karena mereka sudah memiliki dasar untuk menyampaikan pendapat dan perasaaan secara tepat. - Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak
Keterampilan membaca memungkinkan anak-anak merasa lebih percaya diri menghadapi kata-kata yang tidak dikenal. Dengan pengetahuan dasar tata bahasa, ejaan, dan pengucapan, mereka dapat dengan percaya diri memahami dan mempelajari kosakata baru.
Membaca buku bersama anak adalah kegiatan yang mudah dan sederhana. Tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga memiliki dampak positif yang besar pada perkembangan mereka. Melalui momen ini, Anda tidak hanya mendukung kemajuan literasi anak, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dengan mereka. Konsistensi dan kesabaran dalam melakukan kegiatan ini menjadi kunci investasi berharga untuk masa depan anak Anda.
Sumber:
All4kids. “The Importance of Reading to Your Children”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024. https://www.all4kids.org/news/blog/the-importance-of-reading-to-your-children/
Early Years Resources. Why is reading in the early years so important?”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024. https://www.earlyyearsresources.co.uk/blog/2024/01/the-importance-of-reading-in-the-early-years/
Kellard, J. “6 Tips for Setting Up Your Home for Reading Success”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024. https://readingpartners.org/blog/6-tips-for-setting-up-your-home-for-reading-success/
Kemdikbud. “Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak-anak”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/04/read-aloud-metode-membacakan-buku-untuk-anak-anak-4128-4128-4128
Kumon UK. “The Benefits of Developing Reading Skills from a Young Age”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024. https://www.kumon.co.uk/blog/the-benefits-of-developing-reading-skills-from-a-young-age/
Nationwide Children’s. “Benefits of Starting Reading at a Young Age”. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024.


