Mom & Dad, mudik merupakan salah satu tradisi yang begitu lekat dengan keluarga Indonesia. Bagi orang dewasa, mudik mungkin identik dengan rasa rindu kampung halaman, silaturahmi, dan momen kebersamaan. Namun bagi anak usia dini, mudik adalah pengalaman baru. Perjalanan panjang, tempat asing, orang baru, dan rutinitas yang berubah dapat membuat anak bingung dan lelah.
Mom & Dad, memahami sudut pandang anak akan membantu perjalanan mudik menjadi lebih nyaman dan bermakna. Artikel ini akan membantu Mom & Dad mempersiapkan si kecil secara emosional, fisik, dan psikologis saat mudik.
Memahami Perspektif Anak Usia Dini tentang Mudik
Bagi orang dewasa, enam jam perjalanan mudik mungkin terasa biasa saja. Namun bagi balita, enam jam bisa terasa sangat lama. Anak usia dini belum memahami konsep waktu dan jarak seperti kita.
Mereka tidak mengerti arti “sebentar lagi sampai” jika waktu yang dimaksud masih berjam-jam. Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak pada tahap praoperasional belum memahami konsep waktu dan jarak secara abstrak.
Karena itu, wajar jika reaksinya beragam pada setiap anak. Beberapa respon yang mungkin muncul:
- Antusias dan penasaran: Anak mungkin bersemangat melihat pemandangan di luar kaca mobil, atau mendengar cerita tentang kakek nenek, atau membayangkan petualangan baru yang seru menanti.
- Cemas atau takut: Anak bisa merasa tidak aman karena meninggalkan rumah dan juga rutinitasnya.
- Mudah lelah dan rewel: Perjalanan panjang dan stimulasi berlebih bisa membuat anak kelelahan baik secara fisik dan emosional, akibatnya anak menjadi mudah rewel.
- Bingung: Sebagian besar anak juga merasa bingung karena perubahan suasana, banyak orang baru, suara keras, dan rutinitas yang berbeda.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP, 2021), perubahan rutinitas adalah salah satu pemicu stres utama pada anak usia dini. Maka, kunci mudik yang nyaman adalah membantu anak merasa aman di tengah perubahan yang terjadi.
Mempersiapkan Anak untuk Mudik
Mom & Dad, mempersiapkan anak saat mudik sangat penting dilakukan bahkan jauh sebelum keberangkatan. Ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan, seperti dari aspek emosional, fisik, kesehatan dan juga keamanan anak. Mari kita bahas satu per satu!
a. Persiapan Emosional
Anak-anak rentan cemas bahkan frustrasi ketika ada perubahan rutinitas dan lingkungan. Beberapa cara yang dapat Mom & Dad terapkan untuk mempersiapkan emosional anak saat mudik:
- Mengajak Anak Berbincang tentang Mudik dengan Bahasa Sederhana
Gunakan kalimat konkret dan sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya:
- “Kita akan naik mobil lama.”
- “Nanti kita berhenti makan.”
- “Kita tidur di rumah Nenek.”
- Jelaskan Alur Perjalanan
Anak merasa lebih tenang jika tahu apa yang akan terjadi. Ceritakan urutan sederhana:
- Bangun pagi;
- Naik kendaraan;
- Berhenti untuk istirahat dan makan;
- Sampai rumah tujuan.
Prediktabilitas akan membantu anak merasa aman.
- Gunakan Media Visual untuk Menceritakan tentang Mudik
Anak usia dini lebih mudah memahami lewat visual daripada penjelasan verbal. Bisa menggunakan:
- Buku cerita tentang perjalanan;
- Foto rumah kakek-nenek;
- Bermain peran “naik mobil jauh”;
- Menggambar rencana perjalanan.
Visual membantu anak memproses informasi lebih mudah.
- Kenalkan Orang yang Akan Ditemui
Tunjukkan foto keluarga besar dan sebut nama mereka. Ini membantu anak:
- Tidak merasa asing;
- Lebih cepat beradaptasi;
- Mengurangi rasa takut saat bertemu banyak orang.
- Validasi Perasaan Anak
Jika anak berkata:- “Aku takut.”
- “Aku nggak mau pergi.”
- “Aku mau pulang.”
Jangan langsung menyuruh diam tapi respon dengan empati: “Mama tahu kamu kangen rumah.”, “Kamu lagi takut ya, itu wajar kok.” Validasi membantu anak belajar mengelola emosi dan merasa dipahami.
b. Persiapan Fisik dan Kebutuhan Dasar
- Menjaga Rutinitas Tidur dan Makan Sebisa Mungkin
Anak usia dini sangat bergantung pada rutinitas. Karena itu sebelum keberangkatan, usahakan:
- Jam tidur tetap terjaga;
- Pola makan tidak terlalu berubah;
- Anak cukup istirahat sehari sebelum berangkat;
- Hindari jadwal perjalanan yang ekstrem.
Jika memungkinkan, pilih berangkat saat anak biasa tidur siang dan hindari jam rawan lapar atau mengantuk.
- Persiapkan Kebutuhan Dasar Anak
Anak usia dini memiliki kebutuhan berbeda dari orang dewasa. Membuat daftar khusus untuk isi tas anak akan membantu mengurangi kepanikan saat di perjalanan dan memastikan kenyamanan tetap terjaga.
Contoh daftar kebutuhan yang dapat Mom & Dad gunakan:
Kategori Yang Perlu Disiapkan Checklist Makanan & Minuman Makanan utama anak (seperti MPASI, nasi, lauk, bubur, dll) Snack sehat favorit Air minum cukup Susu/botol susu Sendok & wadah makan Tisu makan/serbet Pakaian Baju ganti Jaket ringan Selimut kecil Kaos kaki Topi/pelindung panas Perlengkapan Kebersihan Tisu basah Hand sanitizer Tisu kering Kantong plastik (baju kotor/sampah) Popok & alas ganti (jika perlu) Perlengkapan Kesehatan Obat pribadi Termometer Plester & P3K kecil Minyak telon/balsem anak Masker cadangan Comfort Object (Benda Kesayangan) Boneka favorit Selimut kesayangan Mainan favorit Perlengkapan Aktivitas Buku cerita Krayon/alat gambar Mainan kecil anti bosan Download film/lagu di gadget Perlengkapan Perjalanan Bantal leher anak Car seat (jika naik mobil) Tas kecil khusus anak Label identitas anak Ini adalah contoh daftar kebutuhan yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan dan kemampuan Mom & Dad sendiri ya!
c. Persiapan Kesehatan dan Keamanan selama Mudik
Di tengah euforia mudik, kesehatan dan keamanan anak tidak boleh diabaikan. Pengamanan yang tepat bukan hanya melindungi fisik anak, tetapi juga memberi rasa aman selama perjalanan.
- Pastikan Kondisi Anak dalam Keadaan Sehat
Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk mengecek kondisi anak secara menyeluruh. Perjalanan sebaiknya ditunda atau dipertimbangkan ulang jika anak menunjukkan tanda-tanda seperti:- Demam;
- Sedang sakit (batuk, pilek berat, diare, dll.);
- Terlihat sangat lelah atau kurang tidur;
- Nafsu makan menurun drastis.
Ini penting karena sistem imun anak masih berkembang dan lebih rentan terhadap kelelahan. Perjalanan panjang dapat:
- Memperburuk kondisi sakit;
- Membuat anak semakin rewel dan tidak nyaman;
- Memperlambat proses pemulihan.
- Antisipasi Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan cukup sering dialami anak, terutama saat perjalanan darat yang panjang, berkelok, atau macet. Gejala yang mungkin muncul:- Mual;
- Pusing;
- Muntah;
- Wajah pucat;
- Anak menjadi lemas atau rewel.
Yang bisa dilakukan orang tua:
- Hindari makan berat tepat sebelum berangkat;
- Berikan makanan ringan yang mudah dicerna;
- Pastikan ventilasi udara dalam kendaraan baik;
- Ajak anak melihat ke depan, bukan fokus pada gadget atau buku terlalu lama;
- Alihkan perhatian dengan aktivitas ringan, seperti mendengarkan cerita, bermain tebak-tebakan, atau mengobrol santai.
- Jaga Kebersihan untuk Mencegah Anak Sakit
Selama mudik, anak akan lebih sering terpapar kuman dari:- Rest area;
- Transportasi umum;
- Tempat makan;
- Keramaian.
Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan sangat penting. Biasakan anak untuk:
- Cuci tangan sebelum makan
- Cuci tangan setelah dari toilet
- Tidak berbagi sendok, garpu, atau botol minum
- Menghindari memasukkan tangan ke mulut sebelum cuci tangan
Pastikan Mom & Dad membawa hand sanitizer atau tisu basah, makan makanan yang matang dan bersih, dan hindari makanan yang diragukan kebersihannya.
- Utamakan Keamanan Anak selama Perjalanan
Keamanan adalah hal yang tidak boleh dikompromikan. American Academy of Pediatrics merekomendasikan beberapa langkah penting untuk melindungi anak selama perjalanan:- Gunakan car seat sesuai usia dan ukuran anak;
- Pasang sabuk pengaman dengan benar;
- Pastikan posisi duduk anak stabil dan aman;
- Periksa area sekitar anak aman dan pastikan tidak ada benda seperti koin, tutup botol atau mainan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak.
Yang perlu dihindari:
- Memangku anak saat kendaraan berjalan;
- Membiarkan anak berdiri atau berpindah-pindah tempat duduk;
- Memberikan benda kecil yang berisiko tertelan.
Strategi Menghadapi Perjalanan Panjang
Perjalanan mudik yang panjang tentu bisa membuat anak merasa bosan dan juga lelah sehingga mereka lebih mudah rewel, tidak sabar, dan emosinya menjadi tidak stabil. Karena itu, Mom & Dad perlu membantu anak tetap merasa nyaman.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Bernyanyi, bercerita, atau bermain tebak-tebakan untuk menjaga interaksi tetap hangat.
- Membawa buku kecil atau buku bergambar sebagai alternatif hiburan tanpa layar.
- Mengatur screen time secara bijak, gunakan sebagai selingan, bukan sepanjang perjalanan.
- Mendengarkan musik atau dongeng.
- Melakukan permainan sederhana seperti permainan menghitung truk yang lewat, mencari mobil berwarna tertentu, mencari huruf di mobil/bus yang lewat, dan lainnya.
- Berhenti untuk istirahat jika memungkinkan, agar anak bisa ke toilet, meregangkan tubuh, dan menghirup udara segar.
- Memberi ruang anak bergerak dan mengekspresikan diri agar tidak terlalu jenuh duduk lama.
Kunci utamanya adalah variasi aktivitas dan jeda yang cukup agar anak tetap nyaman.
Pada akhirnya, kenyamanan anak selama mudik sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua menyikapi perjalanan tersebut. Perjalanan panjang dan perubahan rutinitas bisa membuat anak lelah atau rewel sehingga orang tua perlu tetap tenang, mengelola ekspektasi, dan bersikap fleksibel terhadap kebutuhan anak. Selain itu, Mom & Dad juga menjadi contoh bagi anak dalam menghadapi ketidaknyamanan. Ketika Mom & Dad menunjukkan sikap sabar, tenang, dan mampu beradaptasi, anak belajar melakukan hal yang sama.
Pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai di tujuan, tapi tentang bagaimana anak merasakan perjalanan tersebut. Dengan dukungan Mom & Dad, mudik dapat menjadi pengalaman yang hangat, mempererat kedekatan keluarga, dan meninggalkan kenangan indah bagi anak ya!
Sumber:
American Academy of Pediatrics. (2018). Child passenger safety. Pediatrics, 142(5). https://doi.org/10.1542/peds.2018-2460
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Child passenger safety. Diakses 14 Februari 2026. https://www.cdc.gov/child-passenger-safety/about/index.html
Hopkins Medicine. (n.d.). Preparing your kids for holiday travel. Diakses 14 Februari 2026. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/preparing-your-kids-for-holiday-travel
IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2023). Tips mempersiapkan mudik bersama anak. Diakses 14 Februari 2026. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-mempersiapkan-mudik-bersama-anak
IPB University. (2025, 29 Maret). Mudik aman dan nyaman bersama anak: Perhatikan tips pakar ilmu keluarga IPB University berikut. Diakses 14 Februari 2026. https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/03/mudik-aman-dan-nyaman-bersama-anak-perhatikan-tips-pakar-ilmu-keluarga-ipb-university-berikut/
Medicastore. (n.d.). Checklist persiapan mudik bawa anak, jangan sampai ada yang ketinggalan! Diakses 14 Februari 2026. https://medicastore.com/artikel/3795/checklist-persiapan-mudik-bawa-anak-jangan-sampai-ada-yang-ketinggalan
Modern School ECNCR. (n.d.). Travel-ready kids: How to prepare your little one for vacations. Diakses 14 Februari 2026. https://modernschoolec.com/deepali-campus/blog/travel-ready-kids-how-to-prepare-your-little-one-for-vacations
Unifam. (n.d.). Tips mudik lebaran bersama anak. Diakses 14 Februari 2026. https://unifam.com/en/blog/tips-mudik-lebaran-bersama-anak


