Sub Topik:
Perkembangan berbicara setiap anak dapat bervariasi, ada yang memenuhi standar sesuai usianya dan ada juga yang tertinggal jauh dari standar yang ada. Mengidentifikasi apakah anak mengalami keterlambatan tentunya memerlukan bantuan profesional.
Namun, dalam artikel ini akan diuraikan sejumlah informasi yang dapat membantu Anda memahami lebih lanjut tentang keterlambatan berbicara atau speech delay, faktor penyebab dan gejala yang dapat Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk mencari bantuan dari para profesional.
Apa itu Speech Delay?
Speech delay atau yang kita kenal dengan keterlambatan berbicara merupakan kondisi dimana perkembangan kemampuan berbicara anak berada di bawah standar yang seharusnya sesuai sudah dicapai di usianya. Kondisi ini biasanya dapat terlihat ketika anak kurang tepat dalam menggunakan dan mengucapkan kata sesuai bunyi yang seharusnya.
Apakah Speech Delay sama dengan Language Delay?
Meskipun sering disamakan, speech delay dan language delay pada dasarnya memiliki perbedaan yang sulit dibedakan oleh orang awam.
Anak dengan speech delay cenderung mengungkapkan perasaan atau ide yang sulit dipahami karena kesulitan membentuk bunyi dan menggunakan kata atau frasa yang tepat. Sedangkan language delay (keterlambatan bahasa) dapat mengucapkan beberapa kata dengan benar, namun tidak mampu menyusun kata tersebut menjadi kalimat yang tepat.
Beberapa anak dapat mengalami kedua masalah perkembangan ini. Memahami dengan benar perbedaannya dapat membantu Anda untuk menentukan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan anak.
Kasus Speech Delay
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), sekitar 5%-8% anak usia prasekolah (2-4 Tahun) mengalami speech delay. Disisi lain, University of Michigan Health System juga mencatat bahwa sekitar 5% hingga 10% anak usia prasekolah mengalami masalah serupa.
Penelitian menunjukkan bahwa speech delay yang tidak mendapat penanganan yang tepat dapat berdampak jangka panjang. Anak akan berisiko mengalami masalah sosial, perilaku dan kognitif saat dewasa nantinya.
Penyebab Speech Delay pada Anak
Dilansir dari berbagai sumber, beberapa penyebab yang dapat menyebabkan speech delay pada anak yaitu:
- Gangguan Oral Motorik
Masalah motorik oral menjadi salah satu penyebab speech delay karena ini menyebabkan gangguan pada bagian otak yang mengontrol otot-otot yang penting dalam proses bicara. Akibatnya, anak mungkin mengalami kesulitan dalam menghasilkan bunyi atau suara yang tepat karena tidak mampu mengkoordinasikan gerakan bibir, lidah dan rahang mereka.
Beberapa gangguan yang termasuk adalah apraksia dan disartria. Apraksia terjadi ketika otak gagal berkomunikasi dengan otot wajah dan menyebabkan anak untuk kesulitan dalam menggerakkan otot yang diperlukan untuk bicara. Disartria adalah kondisi dimana otot-otot yang mengendalikan wajah, bibir dan lidah terlalu lemah hingga sulit berfungsi dengan baik - Gangguan Pendengaran
Gangguan pendengaran memiliki dampak signifikan pada kemampuan berbicara, menggunakan bahasa dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak yang memiliki masalah ini menghambat mereka dalam memahami bahasa, bunyi dan informasi dengan tepat yang tepat. - Intellectual Disability
Disabilitas intelektual juga menjadi salah satu faktor yang paling sering menyebabkan gangguan pada pemerolehan pengetahuan dan kemampuan anak salah satunya pada kemampuan berbicara. Riset menunjukkan bahwa anak yang mengalami kecacatan intelektual biasanya juga mengalami kesulitan dalam berbicara. - Autisme
Penelitian menemukan sebagian besar anak autis usia 3-4 tahun tidak memiliki kemampuan berbicara sesuai usia mereka. Gangguan spektrum autisme mempengaruhi perkembangan bahasa dan membuat anak mengalami kesulitan berkomunikasi secara verbal. - Masalah Neurologis
Gangguan neurologis tertentu dapat mempengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara, seperti:
– Cerebral palsy
– Muscular dystrophy
– Traumatic brain injury
Gejala Speech Delay
Speech delay dapat diatasi dengan intervensi yang tepat. Pada sejumlah kasus, terapis, dokter, program latihan dan dukungan baik dari keluarga maupun sekolah dapat membantu anak mengatasi masalah ini. Namun, tentunya penanganan pada setiap individu dapat berbeda-beda. Ada yang sepenuhnya pulih sedangkan yang lain memerlukan bantuan dan dukungan lebih banyak dan lebih lama daripada yang lainnya. Contohnya pada kasus speech delay pada anak autisme dan cerebral palsy.
Pemahaman yang benar akan speech delay memberikan landasan bagi orang tua untuk melakukan intervensi dan dukungan yang tepat dalam membantu mereka mengatasi kesulitan ini. Mendeteksi sedini mungkin meningkatkan peluang speech delay dapat diatasi dengan baik. Anda dapat menemukan berbagai cara penanganan keterlambatan ini pada artikel kami yang berjudul “Penanganan Speech Delay pada Anak”.
Sumber:
Pietrangelo, A. “Does My Toddler Have a Speech Delay?”. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#summary
Think Kids. “4 Causes of Speech Delays in Children”. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://www.thinkkids.com/blog/4-causes-of-speech-delays-in-children
Kidshealth.org. Maret 20202. Delay Speech and Language Development. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html
Mc Laughlin., Maura R. (2011). Speech and Language Delay in Children. American Family Physician, 83(10), 1183 – 1188.
Wallace IF, et al. (2015). Screening for Speech and Language Delay in Children 5 Years Old and Younger: A Systematic Review. Pediatrics, 135(5), 1-11.
Family Doctor. “Speech and Language Delay”. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://familydoctor.org/condition/speech-and-language-delay/
Healthy Children. “Language Delays in Toddlers: Information for Parents”. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/language-delay.aspx
Mottchildren.org. Februari 2022. Speech and Language Development. Diakses pada 23 Mei 2023. https://www.mottchildren.org/posts/your-child/speech-and-language-development


