Sub Topik:
Pemahaman orang tua tentang berbagai aspek perkembangan menjadi salah satu kunci penting dalam mengasuh anak. Mengetahui hal ini bukan hanya saja membantu dalam memberikan dukungan yang tepat, tetapi juga menjadi landasan yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan anak dan optimalnya perkembangan anak.
Perkembangan Anak
Secara umum perkembangan anak merujuk kepada perubahan fisik, bahasa, emosional, dan kognitif yang terjadi seiring waktu mulai dari anak lahir hingga dewasa. Selama proses ini anak akan mengalami transisi dari pribadi yang bergantung kepada orang tua hingga menjadi pribadi yang mandiri
Aspek Perkembangan Anak
Beberapa aspek penting dalam perkembangan anak meliputi:
- Fisik
a. Keterampilan Motorik Kasar : Melibatkan kemampuan anak dalam gerakan fisik dan daya otot yang lebih besar seperti berjalan, berlari, melompat, jongkok, dan masih banyak lagi.
b. Keterampilan Motorik Halus : Melibatkan kemampuan anak untuk mengendalikan gerakan fisik dan daya otot lebih kecil seperti menggenggam benda, menulis, menggambar, menggunakan sendok, mengancing baju dan lainnya.
c. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan : Mencakup pertumbuhan fisik seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta memiliki kemampuan untuk berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya. - Sensori
Perkembangan sensori mengacu pada perkembangan sistem sensorik anak yang melibatkan indera dan kemampuan anak dalam menginterpretasikan rangsangan sensorik dari lingkungan sekitar. Aspek sensori meliputi 7 indera yaitu”
1. Penglihatan : Mencakup kemampuan anak untuk melihat dan memproses informasi visual seperti warna dan bentuk. Hal ini melibatkan perkembangan mata dan kemampuan anak untuk fokus, mendeteksi gerakan dan mengidentifikasi objek.
2. Sentuhan : Melibatkan kemampuan anak untuk merasakan tekstur, suhu, tekanan dan rangsangan fisik lainnya melalui kulit.
3. Penciuman : Mencakup kemampuan anak untuk mengenal dan membedakan berbagai bau atau aroma di sekitar mereka melalui hidung.
4. Pendengaran : Mencakup kemampuan anak untuk mendengar suara atau bunyi melalui telinga. Ini memampukan anak mendengar dan memahami kata-kata, musik, lagu dan bunyi-bunyi lain.
5. Pengecap (Rasa): Mencakup kemampuan anak merasakan dan membedakan rasa makanan seperti manis, asin, pahit, asam melalui lidah. Ini membantu anak menikmati dan memilih makanan yang sesuai selera mereka.
6. Vestibular : Mencakup kemampuan anak untuk merasakan perubahan posisi tubuh, gerakan dan menjaga keseimbangan. Sistem vestibular terletak di bagian telinga dalam, sistem ini membantu anak merasakan apakah ia sedang berjalan, berlari atau berputar.
7. Proprioception : Mencakup kemampuan anak untuk menyadari posisi dan gerakan tubuh tanpa melihatnya seperti merasakan posisi tangan atau kaki tanpa melihatnya. Ini melibatkan reseptor yang ada di otot, sendi dan kulit yang mengirimkan informasi kepada otak anak . - Kognitif
Perkembangan kognitif anak adalah berkembangnya kemampuan anak dalam berpikir, menalar, mengingat, mengamati ataupun aktivitas lainnya yang melibatkan kognitif. Dalam hal ini, aspek kognitif anak meliputi:
1. Belajar dan Pemecahan Masalah : Melibatkan kemampuan anak dalam memahami, mengingat dan mengaplikasikan informasi yang mereka pelajar dalam memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
2. Berpikir Logis : Meliputi kemampuan anak dalam menggunakan penalaran dan logika dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan, memahami konsep perbedaan, klasifikasi, pola, dan memahami hubungan sebab akibat.
3. Berpikir Abstrak/Simbolik : Melibatkan kemampuan anak dalam memahami konsep atau gagasan abstrak atau simbolik. Ini mencakup kemampuan anak mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang seperti lambang bilangan, abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dalam bentuk gambar. - Komunikasi/Bahasa
Aspek bahasa melibatkan kemampuan anak dalam memahami, menafsirkan dan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi. Aspek bahasa atau komunikasi meliputi:
1. Reseptif (Memahami Bahasa) : Meliputi kemampuan anak untuk memahami dan menafsirkan bahasa. Ini memampukan anak untuk menyimak perintah dan informasi yang disampaikan kepada mereka.
2. Ekspresif (Mengekspresikan Bahasa) : Meliputi kemampuan anak dalam mengungkapkan ide, pikiran, perasaan atau keinginan melalui kata-kata. Ini memampukan anak untuk bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
3. Literacy (literasi) : Melibatkan kemampuan anak dalam membaca, menulis dan memahami teks. Ini mencakup kemampuan anak dalam mengeja, menuliskan huruf, menyusun kata, serta pemahaman yang lebih dalam terhadap kalimat atau teks bacaan. - Sosial-Emosional
Perkembangan sosial-emosional anak merupakan proses dimana anak beradaptasi dengan sekitarnya, dan merespon perilaku atau emosi, dan bersosialisasi atau interaksi dengan baik. Aspek sosial emosional meliputi:
1. Kesadaran Diri : Mengacu pada pemahaman anak terhadap identitas diri dan perasaannya. Ini juga mencakup kemampuan anak dalam mengendalikan diri dan penyesuaian diri dengan orang lain
2.Rasa Tanggung Jawab Untuk Diri dan Orang Lain : Meliputi kemampuan anak dalam memahami tindakan dan tanggung jawab mereka pada diri sendiri dan orang lain. Ini termasuk kemampuan anak dalam mengetahui hak-haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya bagi diri sendiri dan orang lain.
3. Perilaku Prososial : Mencakup perilaku positif anak seperti peduli, mau membantu, mau bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespons, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Pentingnya Pengetahuan Tentang Aspek Perkembangan Anak Bagi Orang Tua
Pengetahuan akan aspek perkembangan anak penting bagi orang tua dalam membantu mereka:
- Memberi dukungan yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
- Mengenali kebutuhan anak dan memberikan fasilitas dan lingkungan yang mendukung optimalnya perkembangan anak.
- Memantau kemajuan dan masalah yang terjadi pada setiap aspek perkembangan anak.
- Mengambil keputusan yang tepat untuk memberikan penanganan yang tepat dalam masalah perkembangan anak.
- Mendukung kesejahteraan dan kesehatan anak secara menyeluruh.
Sumber:
Bakersfield College. “Child Development”. Diakses pada tanggal 08 November 2023. https://www.bakersfieldcollege.edu/academics/pathways/edu/child-development/index.html
ChildCare. “Your Child’s Development”. Diakses pada tanggal 08 November 2023. https://childcare.gov/consumer-education/your-childs-development
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Kids Sense. “What is Child Development?”. Diakses pada tanggal 08 November 2023. https://childdevelopment.com.au/areas-of-concern/what-is-child-development/
Likhar, A., Baghel, A., Patil, M. (2022). Early Childhood Development and Social Determinants. Cureus, 14(9), 1-6.
Playcore. “Child Development In Inclusive Play”. Diakses pada tanggal 08 November 2023. https://www.playcore.com/whole-child-development-for-inclusive-play
Suminah, E., dkk. (2018). Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 PAUD. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini


