Mom & Dad, menghadapi balita yang mudah marah tentunya sering membuat kita lelah dan menguras energi kita. Tapi, penting untuk kita tahu bahwa kemarahan pada balita bukan tanda anak nakal, melainkan bagian dari proses tumbuh kembang mereka.
Yuk, kita pahami bersama penyebab anak marah dan bagaimana cara membantu mereka mengelolanya dengan lebih baik dan bijak!
Mengapa Balita Mudah Marah?
Mom & Dad, anak marah bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak marah, seperti:
- Marah adalah Bagian dari Tahapan Perkembangan Emosi Anak
Mom & Dad, memahami tahapan perkembangan balita sangat penting dalam mengenali mengapa mereka mungkin kesulitan mengatur emosi, khususnya kemarahan. Pada usia ini, anak-anak masih belajar bagaimana mengelola emosi mereka dan sering kali kurang memiliki keterampilan verbal untuk mengekspresikan perasaan mereka secara efektif. Akibatnya, mereka mengekspresikannya dalam bentuk menangis, tantrum, ataupun perilaku agresif.
Penting bagi Mom & Dad untuk mengingat bahwa ini adalah bagian normal dari perkembangan. Namun, memberikan dukungan selama tahapan ini dapat sangat membantu anak-anak belajar mengelola emosi mereka. Mendorong kesabaran dan membimbing mereka melalui pengalaman emosional dapat menumbuhkan fondasi emosional yang lebih sehat. - Adanya Pemicu dari Lingkungan Sekitar
Pemicu dan stresor lingkungan memainkan peran penting dalam kecenderungan balita untuk marah, seperti:- Perubahan rutinitas;
- Terlalu banyak stimulus (suara keras, tempat ramai);
- Suasana rumah atau sekitar yang penuh ketegangan.
- Hambatan dalam Berkomunikasi
Hambatan komunikasi adalah faktor signifikan lain yang berkontribusi terhadap kemarahan balita. Mereka tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan mereka secara verbal dengan tepat karena kemampuan komunikasi anak masih dalam tahap perkembangan. Ketika balita merasa frustrasi atau disalahpahami, mereka mungkin melakukan tantrum atau perilaku agresif sebagai cara untuk mengekspresikan emosi mereka.
Untuk mengatasi hal ini, Mom & Dad bisa membantu dengan:- Memberi label emosi, misalnya: “Kamu marah karena harus berbagi mainan ya?”;
- Melatih anak mengungkapkan perasaan saat kondisi sudah tenang, misalnya “Kamu tadi marah ya? Lain kali kalau marah, kamu bisa bilang ‘Aku kesal Ma’.”;
- Mengajarkan cara sederhana menyampaikan kebutuhan. Contohnya, bantu anak menggunakan kalimat seperti, “Aku mau ganti mainan,” atau “Aku butuh pelukan”.
Strategi dalam Membantu Balita Mengelola Amarah
Mom & Dad, membantu balita mengelola amarahnya adalah hal penting yang harus dilakukan. Saat marah, anak sering kali berteriak, memukul bahkan melakukan perilaku agresif lain karena kurang paham mengelola dan menyampaikan perasaannya dengan tepat.
Beberapa strategi yang dapat Mom & Dad terapkan dalam membantu balita mengelola amarahnya:
- Ajarkan Kosakata untuk Mengekspresikan Emosi
Salah satu strategi efektif untuk membantu balita mengelola dan mengendalikan amarah mereka adalah dengan mengajarkan mereka kosakata untuk mengenal dan mengekspresikan emosinya. Ketika balita tahu nama perasaannya, mereka lebih mudah mengkomunikasikannya.
Misalnya, ketika anak kesal, Mom & Dad bisa membantu dengan memberi label pada perasaannya:- “Kamu marah ya, karena harus berbagi mainan?”;
- “Ibu tahu kamu sedih karena tidak dapat giliran duluan.”
- Ajarkan Anak Cara Mengatasi Amarah
Langkah berikutnya, Mom & Dad dapat mengajarkan anak cara menenangkan diri untuk mengatasi amarahnya. Teknik sederhana, seperti menarik napas dalam-dalam, menghitung satu sampai sepuluh, atau memeluk boneka kesayangan atau orang tua dapat membantu mereka lebih cepat tenang.
Saat anak mengalami ledakan emosi, cobalah untuk memvalidasi perasaannya terlebih dahulu. Setelah itu, ajak anak mencari solusi bersama. Misalnya dengan bertanya, “Kira-kira apa yang bisa kita lakukan supaya kamu merasa lebih baik”.
Pendekatan proaktif ini tidak hanya mengatasi frustrasi langsung, tapi membekali anak-anak dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan sepanjang hidup mereka. - Ciptakan Lingkungan yang Tenang dan Aman
Menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung sangat penting untuk menumbuhkan regulasi emosi pada balita. Suasana yang penuh tenang dan aman dapat membantu mengurangi frekuensi tantrum dan ledakan amarah.
Mom & Dad bisa menciptakan suasana aman dengan menjaga rutinitas yang teratur karena rutinitas dapat memberi rasa nyaman dan dapat diprediksi bagi anak. Hindari suasana terlalu ramai atau bising. Orang tua juga harus mencontohkan perilaku tenang karena anak-anak sering meniru respons emosional pengasuh mereka.
Dengan menjaga lingkungan yang konsisten dan menenangkan, orang tua dapat membantu balita merasa aman, yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemarahan dan frustrasi mereka. - Gunakan “Ruang/Pojok Tenang”
Daripada menghukum anak ketika tantrum, cobalah menciptakan ruang atau pojok tenang, di mana anak dapat merasa aman dan nyaman untuk menenangkan diri. Bisa diisi dengan bantal lembut, boneka atau mainan kesayangan, maupun buku favorit.
Ajak anak ke ruang tersebut ketika merasa marah atau frustrasi. Mom & Dad bisa memberikan waktu sendiri bagi anak agar anak belajar menenangkan diri secara mandiri. - Gunakan Cerita dan Permainan
Balita belajar paling efektif melalui bermain dan bercerita. Gunakan boneka, buku cerita, atau permainan peran untuk mengenalkan berbagai emosi.
Contohnya, ajak anak bermain dengan mengatakan, “Boneka ini sedih karena kehilangan mainan. Apa yang bisa dia lakukan supaya merasa lebih baik?”. Cara ini membantu anak belajar memahami dan mengelola emosi dengan cara menyenangkan. - Gunakan Penguatan Positif
Memperkuat perilaku positif dapat mendorong balita untuk menangani emosi mereka dengan cara yang tepat. Pujilah mereka ketika mereka mengekspresikan perasaan mereka dengan tenang atau menggunakan kata-kata mereka untuk mengkomunikasikan frustrasi.
Misalnya, jika seorang anak berhasil menggunakan kata-kata alih-alih tantrum untuk mengekspresikan kemarahan, rayakan pencapaian ini. Penguatan positif tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri mereka, tapi juga mendorong mereka untuk mengulangi perilaku tersebut di masa mendatang. - Jaga Konsistensi dan Kesabaran
Perlu diingat, belajar mengendalikan amarah itu proses jangka panjang. Mom & Dad jangan berharap hasilnya akan instan karena kemampuan ini berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman anak.
Kuncinya adalah konsistensi dan keteladanan dari Mom & Dad. Semakin sering Mom & Dad mencontohkan cara menghadapi amarah dengan baik dan tenang, semakin cepat anak menirunya.
Mom & Dad, menghadapi balita yang mudah marah memang sering menguras energi dan pikiran. Namun ingatlah di balik tangisan dan amarah anak, mereka sedang belajar memahami dunia dan perasaannya. Setiap respon dan pendampingan Mom & Dad, adalah investasi berharga bagi kesehatan emosional anak di masa depan.
Proses ini mungkin tidak selalu mudah, namun langkah kecil yang Mom & Dad lakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar bagi anak. Dengan kasih, empati, dan kehadiran penuh dari Mom & Dad, si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengenali, menerima, dan mengelola emosinya dengan lebih sehat!
Sumber:
Child Mind Institute. (n.d.). Angry kids: Dealing with explosive behavior. Diakses pada 7 Januari 2025. https://childmind.org/article/angry-kids-dealing-with-explosive-behavior
Healthline. (n.d.). Why is my toddler angry? Signs, what to do, prevention & more. Diakses pada 7 Januari 2025. https://www.healthline.com/health/childrens-health/angry-toddler
Neufeld Institute. (n.d.). Making sense of aggression. Diakses pada 7 Januari 2025. https://www.neufeldinstitute.org/our-courses/making-sense-of-aggression
NHS. (n.d.). Helping your child with anger issues. Diakses pada 7 Januari 2025. https://www.nhs.uk/mental-health/children-and-young-adults/advice-for-parents/help-your-child-with-anger-issues/
Parents. (n.d.). Mad toddler: How to help them express anger. Diakses pada 7 Januari 2025. https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/ask-your-mom/my-kids-toddler-tantrums-are-getting-out-of-hand-how-do-i-help-her-express-anger-in-a-healthier-way/
The Mom Psychologist. (n.d.). How to help your child manage their anger. Diakses pada 7 Januari 2025. https://themompsychologist.com/2022/01/18/how-to-help-your-child-manage-their-anger


