Kontribusi John Dewey Dalam Pendidikan

Reading Time: 4 minutes

Sub Topik:

Pengembangan kurikulum yang kini semakin baik tidak lepas dari konsep dan pandangan berbagai filsuf dan ahli pendidikan sebelumnya. Salah satu figur terkemuka yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sistem pendidikan ini adalah John Dewey. 

Apakah Anda tahu siapa John Dewey dan kontribusinya bagi pendidikan? Mari kita simak artikel ini.

Siapa John Dewey?

John Dewey (20 Oktober 1859 – 1 Juni 1952) merupakan filsuf, psikolog dan pendidik dari Amerika yang salah satu cendekiawan paling berpengaruh pada paruh pertama abad ke-20. John Dewey dikenal sebagai tokoh awal dalam pragmatisme yang menekankan pendekatan praktis terhadap pemecahan masalah melalui pengalaman langsung.

Perjalanan Pendidikan dan Karir John Dewey

Pada usia 15 tahun, John Dewey sudah mendaftar di Universitas Vermont dan menggeluti bidang filsafat selama empat tahun dan lulus dengan peringkat kedua di kelasnya. Setelahnya, Dewey menjadi guru selama tiga tahun di sebuah seminari di Oil City, Pennsylvania. 

Dewey menghabiskan satu tahun belajar di bawah bimbingan G. Stanley Hall di Laboratorium Psikologi pertama di Amerika tepatnya di Universitas Johns Hopkins. Setelah meraih gelar PhD dari Johns Hopkins, ia melanjutkan karirnya sebagai sebagai asisten profesor di Universitas Michigan selama hampir satu dekade.

Pada tahun  1894, Dewey menjadi ketua departemen filsafat, psikologi dan pedagogi di Universitas Chicago. Tahun 1899, Dewey terpilih sebagai President of American Psychological Association dan lima tahun berikutnya ia menjabat sebagai President of American Philosophical Association. Dewey akhirnya meninggalkan Universitas Chicago dan menjadi profesor filsafat di Universitas Columbia dari tahun 1904 hingga pensiun pada tahun 1930.

Teori Pendidikan John Dewey

“Education is not preparation for life; education is life itself”

 John Dewey, “My Pedagogic Creed” (1897)

Belajar Melalui Pengalaman

Dewey mengembangkan serangkaian ide-ide inovatif terkait pendidikan dan reformasi sosial yang dikenal sebagai “Teori John Dewey”. Fokus utamanya terletak pada konsep pembelajaran berdasarkan pengalaman, dimana keterlibatan aktif dengan materi pelajaran dianggap lebih efektif daripada pendekatan pasif seperti ceramah ataupun menghafal. 

Pembelajaran Bersifat Dua Arah

Dewey menyatakan pembelajaran harus bersifat dua arah dimana siswa dapat secara aktif belajar dan mengumpulkan pengetahuan dan kemampuan dari pengalaman langsung melalui aktivitas dan eksplorasi mereka. Dewey juga meyakini bahwa informasi teoritis sebaiknya selalu diterapkan secara praktis untuk memastikan pemahaman otentik terhadap materi yang diajarkan.

Dewey meyakini bahwa pertumbuhan dan pembelajaran terjadi melalui interaksi dengan dunia sekitar. Dalam berhadapan dengan lingkungan, siswa menemukan ide dan konsep baru yang membentuk pemahamannya sendiri.

Kontribusi John Dewey Untuk Pendidikan

John dewey memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengubah sistem pendidikan dimana:

  1. Pendidikan Berpusat pada Siswa
    Salah satu kontribusi Dewey yang terkenal adalah terbentuknya konsep dan sistem pendidikan yang berpusat pada siswa. Dewey menekankan pentingnya menyesuaikan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.
  2. Pembelajaran Berbasis Pengalaman
    Dewey juga menekankan pentingnya pengalaman sebagai dasar pembelajaran. Konsep ini telah mempengaruhi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih berorientasi pada kegiatan atau praktik langsung.
  3. Guru Berperan sebagai Fasilitator
    Dewey mengubah pandangan tentang peran guru. Guru yang dulunya hanya menjadi penyampai informasi kini berubah menjadi fasilitator bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan
  4. Pendidikan Demokratis
    Dewey mempromosikan gagasan bahwa pendidikan seharusnya menciptakan warga negara yang aktif terlibat dalam masyarakat. Disinilah sekolah harusnya berperan sebagai tempat bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai demokratis melalui partisipasi aktif dan pembelajaran sosial.
  5. Keterlibatan Komunitas
    Dewey menyatakan bahwa pembelajaran hendaknya menghubungkan pembelajaran dengan komunitas dan dunia di luar ruang kelas serta relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendidikan harus memberikan pengalaman bagi siswa untuk mengasah keterampilan yang dapat mereka terapkan dalam komunitas dan kehidupan sehari-hari mereka.

Elemen Teori Dewey dan Penerapannya

Dilansir dari Structural Learning ada beberapa elemen teori dari Dewey yang dapat diterapkan serta berdampak baik pada siswa, diantaranya:
Elemen Teori Dewey Strategi Penerapan Potensi Hasil Perkembangan Anak
Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman
  • Mendorong siswa belajar melalui tindakan dan pengalaman langsung
  • Aktif menggabungkan teori dan praktek dalam proses pembelajaran
Pengembangan Keterampilan Praktis: Mengasah keterampilan praktis dan menerapkan pengetahuan teoritis dalam situasi nyata
Pendekatan Interdisipliner
  • Mengintegrasikan mata pelajaran agar siswa memahami materi secara holistik
  • Menghubungkan keterkaitan antar konsep agar pembelajaran lebih bermakna
Peningkatan Kognitif:  Membangun pemahaman yang lebih baik dan retensi pengetahuan dengan melihat hubungan antar berbagai bidang pengetahuan
Demokrasi di Kelas
  • Memberikan siswa peran aktif dalam pengambilan keputusan kelas
  • Mendorong partisipasi dan tanggung jawab siswa dalam tata kelola kelas
Tanggung Jawab Kewarganegaraan: Mempelajari prinsip demokrasi, peran dan pemberdayaan 
Berpikir Reflektif
  • Mendorong siswa untuk teratur merefleksikan pembelajaran mereka
  • Memperkuat kemampuan siswa berpikir kritis melalui pengalaman dalam pembelajaran
Keterampilan Metakognitif: mengembangkan kemampuan berpikir mandiri, meningkatkan kesadaran diri dan strategi belajar
Keterlibatan Komunitas
  • Menghubungkan pembelajaran dengan dunia luar kelas dan mendorong partisipasi dalam komunitas
  • Mengaitkan pembelajaran dengan konteks nyata
Kesadaran Sosial dan Empati: memahami peran dalam masyarakat, membentuk empati dan meningkatkan keterampilan sosial mereka
Pandangan John Dewey kini semakin berkembang dan diterapkan di berbagai sistem pendidikan di seluruh dunia. Teori John Dewey merepresentasikan bahwa sistem pendidikan harus memenuhi kebutuhan setiap anak yang unik, punya rasa ingin tahu, keinginan bereksplorasi dan keterampilan adaptasi di lingkungannya. 

Sumber:

Cherry, Kendra. “Biography of John Dewey: Philosopher and Educator”. Diakses pada tanggal 14 November 2023. https://www.verywellmind.com/john-dewey-biography-1859-1952-2795515#toc-educational-philosophy 

EduBirdie. “Life And Contributions Of John Dewey”. Diakses pada tanggal 14 November 2023. https://edubirdie.com/examples/life-and-contributions-of-john-dewey/ 

Gordon, M.,  English, AR. (2016). John Dewey’s Democracy and Education in an Era of Globalization. Educational Philosophy and Theory, 48(10), 977-980.

Holt, L. (2020). John Dewey: A Look at His Contributions to Curriculum. Academicus. International Scientific Journal, 21, 142.

Ilicia, A. (2016). On John Dewey’s Philosophy of Education and Its Impact on Contemporary Education. Journal Plus Education / Educatia Plus, 14(1), 7–13.

Main, Paul. “John Dewey’s Theory”. Diakses pada tanggal 14 November 2023.  https://www.structural-learning.com/post/john-deweys-theory 

Pappas, C. “John Dewey’s Theory: Reforming Education Through Experiential Learning”. Diakses pada tanggal 14 November 2023. https://elearningindustry.com/john-deweys-theory-reforming-education-through-experiential-learning. 

White, B. (2015). Scapegoat: John Dewey and The Character Education Crisis. Journal of Moral Education, 44(2), 127–144.

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop