Sub Topik:
- Jean Piaget
- Teori Jean Piaget
- Kontribusi Jean Piaget dalam Pendidikan
Model dan kurikulum pendidikan saat ini merupakan hasil evolusi dari berbagai teori ataupun filosofi dari para ahli yang terus diperbaharui untuk mendapatkan standar yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Salah satu teori yang hingga kini masih menjadi salah satu landasan dalam pengembangan kurikulum khususnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget. Namun apakah Anda tahu siapa Jean Piaget dan apa kontribusinya bagi pendidikan? Mari kita simak uraian berikut.
Jean Piaget
Jean William Fritz Piaget atau yang biasa kita kenal Jean Piaget merupakan seorang psikolog dan epistemologis yang fokus pada perkembangan anak. Piaget dilahirkan di Neuchâtel pada 9 Agustus 1896. Pada masa muda, Piaget sangat tertarik dengan ilmu tentang hewan. Pada usia 11 tahun, Piaget sudah mulai melakukan penelitian ilmiah dan sudah menerbitkan sebuah makalah pendek pada tahun 1907 tentang burung gereja albino. Tidak hanya itu, di usia 15 tahun, Piaget sudah menerbitkan beberapa artikel tentang moluska.
Pendidikan dan Karir
Piaget meraih gelar Ph.D. dalam bidang ilmu alamiah dari Universitas Neuchâtel dan belajar di Universitas Zürich walau dengan waktu yang singkat. Saat itu, ia menerbitkan makalah filsafat, namun ditolak karena dianggap sebagai karya seorang remaja. Ini menjadi dasar munculnya minat Piaget terhadap psikoanalisis.
Setelah lulus, Piaget pindah ke Paris dan mengajar di Grange-Aux-Belles Street School for Boys yang dipimpin oleh Alfred Binet pengembang tes Binet-Simon. Saat membantu menilai tes kecerdasan, Piaget menyadari bahwa proses kognitif anak kecil berbeda dengan remaja dan orang dewasa. Ini memicunya untuk mengajukan teori global tentang tahapan perkembangan kognitif di mana individu menunjukkan pola kognisi umum tertentu di setiap periode perkembangan.
Tahun 1921, Piaget kembali ke Swiss dan menjabat sebagai direktur Institut Rousseau di Jenewa. Dari tahun 1925-1929 Piaget bekerja sebagai profesor psikologi, sosiologi, dan filsafat ilmu di Universitas Neuchatel. Kemudian ia bergabung dengan universitas Jenewa sebagai profesor psikologi anak mulai tahun 1929 hingga ia meninggal pada tahun 1980. Pada tahun tahun 1955, ia mendirikan Pusat Epistemologi Genetik Internasional di Jenewa.
Teori Jean Piaget
Teori Piaget yang terkenal dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan kurikulum dan metode belajar adalah teori “Stages of Cognitive Development” atau “Tahapan Perkembangan Kognitif”.
Stages of Cognitive Development
Teori ini muncul saat Piaget mengamati perkembangan ketiga anaknya, dari penelitiannya ia merumuskan bahwa ada 4 tahapan utama dalam perkembangan kognitif anak yaitu:
|
Tahapan |
Usia |
Karakteristik |
|
Sensorimotor |
Lahir – 24 bulan |
Bayi mulai memahami dunia melalui indera dan tindakan mereka. Dimulai dengan gerakan sederhana seperti menggenggam dan menghisap. Mereka belajar melalui trial and error dan mengeksplorasi melalui gerakan. |
|
Pra Operasional |
2 – 7 tahun |
Kemampuan bahasa, imajinasi dan berpikir abstrak berkembang pesat. Anak masih bersifat egosentris, sulit memahami sudut pandang orang lain. Namun pada tahap ini, anak mulai bertanya banyak pertanyaan eksploratif karena rasa ingin tahu yang tinggi. |
|
Operasional Konkret |
7 – 11 tahun |
Anak-anak mulai mengembangkan kemampuan untuk berpikir logis dan memahami konsep-konsep abstrak dalam batasan situasi konkret. Mereka mampu memahami konsep konservasi, di mana jumlah suatu benda tetap meskipun bentuknya berubah. |
|
Operasional Formal |
11 tahun ke atas |
Di tahap ini, remaja dan dewasa mampu berpikir abstrak dan melakukan pemecahan masalah yang kompleks. Mereka dapat memahami konsep-konsep hipotesis dan berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan masa depan. |
Tahapan inilah yang kini dipakai untuk merancang program pembelajaran, manajemen lingkungan belajar juga sistem evaluasi atau penilaian di sekolah.
Skema
Skema dalam Teori Piaget adalah konsep penting untuk perkembangan kognitif anak. Piaget menyatakan bahwa skema berkembang lewat asimilasi (menggunakan skema lama untuk hal baru) dan akomodasi (menyesuaikan skema untuk hal baru). Skema membantu anak memahami dunia dan tumbuh dengan terus membangun dan menyesuaikan pemikiran mereka melalui interaksi dengan lingkungan.

Source: https://www.simplypsychology.org/piaget.html#Piagets-Theory
Adaptasi
Peran Adaptasi dalam Teori Piaget tentang perkembangan anak menyoroti betapa pentingnya anak mengubah pemahaman mereka sesuai dengan pengalaman. Di pendidikan anak usia dini, guru menciptakan lingkungan yang mendukung adaptasi dan perkembangan terus-menerus. Dengan pengalaman langsung, anak membangun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia.
Adaptasi melibatkan anak mengubah cara mereka memahami dunia. Ini terjadi melalui asimilasi (menggunakan skema yang sudah ada untuk pengalaman baru) dan akomodasi (mengubah skema yang ada untuk situasi baru).
Kontribusi Jean Piaget dalam Pendidikan
|
Piaget memberikan kontribusi yang signifikan dalam pendidikan, dimana dalam sistem belajar harusnya memenuhi prinsip berikut:
- Discovery Learning
Piaget mengemukakan bahwa siswa harus diajak untuk mengeksplorasi aktivitas dan pengalaman yang dirancang untuk membantu mereka menemukan ide-ide baru. Guru disini memainkan peran sebagai fasilitator dalam merancang kegiatan dan lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi dan mengembangkan kemampuan problem solving siswa.
- Pembelajaran Aktif
Piaget meyakini bahwa anak harus belajar dengan aktif dan terlibat dengan sekitar mereka. Siswa harus memiliki kesempatan untuk belajar langsung dan melakukan eksperimen yang memgembangkan kemampuan hipotesis dan penalaran mereka.
- Pentingnya Bermain
Piaget menyadari pentingnya bermain bagi perkembangan anak. Bermain merupakan cara anak menjelajah dan memperoleh pengetahuan baru. Konsep inilah yang membentuk program bermain sambil belajar untuk anak usia dini.
- Penilaian Inklusif
Teori Piaget memengaruhi cara penilaian anak usia dini, menekankan penilaian sesuai dengan tahapan perkembangan dan kemampuan kognitif anak. Ini mempengaruhi desain alat penilaian dan cara guru mengevaluasi kemajuan belajar anak-anak.
Jean Piaget memberikan dasar yang kuat bagi para setiap orang yang terlibat dalam pendidikan untuk memahami perkembangan dan kemampuan kognitif anak dengan baik. Dengan pemahaman ini, para pendidik maupun setiap orang dalam institusi pendidikan mampu merancang kurikulum dan model pembelajaran yang tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan anak.
Sumber:
Britannica. “Jean Piaget”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://www.britannica.com/biography/Jean-Piaget
Cherry, K. “Jean Piaget Biography (1896-1980)”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://www.verywellmind.com/jean-piaget-biography-1896-1980-2795549#toc-jean-piaget-quotes
Healthline. “What Are Piaget’s Stages of Development and How Are They Used?”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://www.healthline.com/health/piaget-stages-of-development
Kesselring T, Muller U. (2011). The concept of egocentrism in the context of Piaget’s theory. New Ideas Psychology, 29(3), 327-45.
Mcleod, S. “Piaget’s Theory And Stages Of Cognitive Development”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://www.simplypsychology.org/piaget.html#Applications-to-Education
Piaget J. (1979). Genetic epistemology. Am Behav Sci, 13(3):459-480.
R, Madanagopal D. (2020). Piaget’s theory and stages of cognitive development- An overview. Scholars Journal of Applied Medical Sciences, 8(9), 2152-2157.
Structural Learning. “Jean Piaget’s Theory Of Cognitive Development”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://www.structural-learning.com/post/jean-piagets-theory-of-cognitive-development-and-active-classrooms
Wikipedia. “Jean Piaget”. Diakses pada tanggal 04 Desember 2023. https://en.wikipedia.org/wiki/Jean_Piaget#cite_note-9


