Howard Gardner dan Teori Multiple Intelligence: “Setiap Anak Unik dan Cerdas”

Reading Time: 6 minutes

Sub Topik:

  • Howard Gardner dan Teori Multiple Intelligence
  • 9 Jenis Multiple Intelligence
  • Pengaruh Teori Multiple Intelligence di Pendidikan Masa Kini

Dalam mendidik anak, setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk mengoptimalkan kecerdasan mereka. Namun, tahukah Anda bahwa kecerdasan tidak hanya tentang kemampuan akademis seperti matematika atau membaca? Howard Gardner seorang psikolog ternama menjelaskan ada banyak kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak. Lebih jelasnya, mari simak uraian berikut.

Howard Gardner dan Teori Multiple Intelligence

Howard Gardner merupakan seorang psikolog perkembangan dan Profesor di Sekolah Pascasarjana Pendidikan Universitas Harvard. Gardner sendiri berkebangsaan Amerika yang lahir dengan nama lengkap Howard Earl Gardner pada tanggal 11 Juli 1943 di Scranton, Pennsylvania. Ia adalah co-director pada project Zero, sebuah kelompok penelitian (riset) di Harvard School Graduate School of Education.

Pada awal tahun 1983, Gardner memperkenalkan teori kecerdasan majemuk atau yang dikenal dengan multiple intelligence dalam bukunya yang berjudul “Frames of Mind”. Teori ini menekankan bahwa setiap individu memiliki kombinasi unik dari kecerdasan ini, yang dapat mempengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Gardner berpendapat bahwa pengukuran kecerdasan tradisional (seperti tes IQ) terlalu kaku dan ia meyakini bahwa setiap individu memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda. Karenanya, Gardner melakukan wawancara serta penelitian terhadap ratusan orang, termasuk korban stroke, anak berbakat, individu autis, dan mereka yang dikenal sebagai “idiot savant“.  Dari hasil penelitiannya ia mengidentifikasi 9 jenis kecerdasan yaitu:

  1. Linguistik – Verbal (Linguistic – Verbal)
  2. Logika – Matematika (Logical – mathematical)
  3. Visual Spasial (Visual – Spatial)
  4. Fisik – Kinestetik (Body-kinesthetic)
  5. Musik (Musical)
  6. Interpersonal (Interpersonal)
  7. Intrapersonal (Intrapersonal)
  8. Naturalistik (Naturalistic)
  9. Eksistensial (Existential)

9 Jenis Multiple Intelligence

  1. Kecerdasan Linguistik – Verbal (Linguistic – Verbal Intelligence)


    Individu dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa, baik dalam berbicara, menulis, membaca, maupun mendengarkan. Mereka mampu berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan makna yang kompleks (rumit), mengingat informasi tertulis dan lisan mudah belajar bahasa baru dan suka bercerita.
    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:
    • Penulis/jurnalis
    • Pengacara
    • Guru
    • Pembicara
  2. Kecerdasan Logika – Matematika (Logical – mathematical Intelligence)

    Individu dengan kecerdasan logika-matematika yang tinggi pandai dalam penalaran, mengenali pola, dan menganalisis masalah secara logis. Mereka cenderung berpikir secara konseptual tentang angka, hubungan, dan pola.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    1. Ilmuwan
    2. Matematikawan
    3. Programmer komputer
    4. Insinyur
    5. Akuntan
  3. Kecerdasan Visual Spasial (Visual – Spatial Intelligence)


    Individu dengan kecerdasan visual-spasial memiliki kemampuan yang baik dalam memvisualisasikan sesuatu. Mereka cenderung pandai memahami petunjuk arah, membaca peta, menganalisis bagan/diagram, suka menggambar/melukis, mengenali pola dengan mudah dan mampu mengingat dan menganalisis video dan gambar.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    1. Pilot
    2. Dokter Bedah
    3. Arsitek
    4. Seniman
    5. Desan Grafis
    6. Dekorator Interior
  4. Kecerdasan Fisik – Kinestetik (Body-kinesthetic Intelligence)


    Individu yang memiliki kecerdasan kinestetik-jasmani yang tinggi sangat terampil dalam gerakan tubuh dan kontrol fisik termasuk koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kekuatan, dan fleksibilitas tubuh. Individu dengan kecerdasan ini cenderung menonjol dalam kegiatan seperti menari dan olahraga.

    Mereka menikmati menciptakan sesuatu dengan tangan mereka dan lebih mudah mengingat informasi melalui tindakan langsung, dibandingkan hanya mendengar atau melihat.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:
    1. Pengrajin
    2. Penari
    3. Dokter Bedah
    4. Pemahat patung
    5. Aktor
    6. Penari
    7. Atlet
    8. Mekanik
    9. Tukang Kayu
    10. Terapis Fisik
  5. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)


    Individu dengan kecerdasan musikal memiliki kemampuan yang baik untuk memahami, membedakan, menciptakan, dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap ritme, nada, melodi, dan warna nada. Orang dengan kecerdasan musikal yang tinggi pandai bernyanyi, memainkan alat musik, dan mengarang musik.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    1. Musisi
    2. Komposer
    3. Penyanyi
    4. Guru musik
    5. Konduktor
  6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)


    Individu dengan kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan yangbaik dalam memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Hal ini melibatkan kepekaan terhadap suasana hati, temperamen, motivasi, serta keinginan orang-orang di sekitar kita. 

    Mereka juga cenderung memiliki keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal yang baik, kemampuan melihat situasi dari berbagai sudut pandang, mampu menciptakan hubungan positif dan terampil menyelesaikan konflik dalam kelompok (mediator).

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    1. Psikolog
    2. Filsuf
    3. Konselor
    4. Penjual/sales
    5. Politisi
    6. Guru
    7. Hubungan Masyarakat
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)


    Individu yang memiliki kecerdasan intrapersonal cenderung memiliki pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri, termasuk mengenali keinginan, ketakutan, kekuatan, dan kelemahan pribadi. Kecerdasan ini juga membantu dalam menyempurnakan pemikiran dan refleksi pribadi untuk pengembangan diri yang lebih baik dan dapat mengelola emosinya secara efektif.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    • Terapis
    • Psikolog
    • Konselor
    • Pengusaha
    • Pendeta
  8. Kecerdasan Naturalistik (Naturalistic Intelligence)


    Individu dengan kecerdasan ini memiliki hubungan yang kuat dengan alam. Mereka tertarik mempelajari lingkungan, spesies lain, dan cenderung peka terhadap perubahan kecil di sekitarnya. Orang dengan kecerdasan ini umumnya tertarik pada bidang seperti botani, biologi, dan zoologi. Mereka mudah mengkategorikan informasi serta menyukai kegiatan seperti berkebun, mendaki, dan berkemah di alam terbuka

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    1. Tukang kebun
    2. Petani
    3. Ahli botani
    4. Ahli biologi
    5. Astronom
    6. Ahli meteorologi
    7. Ahli geologi
  9. Kecerdasan Eksistensial (Existential Intelligence)


    Kecerdasan eksistensial adalah jenis kecerdasan kesembilan yang diusulkan sebagai tambahan pada teori kecerdasan majemuk Howard Gardner. Kecerdasan ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk merenungkan dan menyelami pertanyaan-pertanyaan mendalam terkait makna hidup, eksistensi, serta tujuan manusia. 

    Individu dengan kecerdasan eksistensial cenderung memikirkan “pertanyaan besar” seperti tujuan hidup, alasan di balik keberadaan, dan bagaimana tindakan manusia berkontribusi pada tujuan yang lebih besar.

    Beberapa rekomendasi karir masa depan yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan ini:

    • Filsuf
    • Teolog
    • Pastor/Pendeta

Anything that is worth teaching can be presented in many different ways. These multiple ways can make use of our multiple intelligences.

– Howard Gardner –

Pengaruh Teori Multiple Intelligence di Pendidikan Masa Kini

  1. Pendekatan yang Lebih Personal dalam Pembelajaran
    Teori kecerdasan majemuk Gardner dapat digunakan untuk pengembangan kurikulum, perencanaan pembelajaran, pemilihan kegiatan pembelajaran, dan strategi penilaian terkait. Gardner menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berbagai kecerdasan, itulah sebabnya para pendidik harus menentukan cara terbaik untuk menyajikan materi pembelajaran dengan mempertimbangkan materi pelajaran dan kelas siswa secara individual. Pembelajaran harus dirancang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan individu siswa, daripada menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua.
  2. Pengakuan Terhadap Potensi Non-Akademis
    Sebelumnya, pendidikan sering kali fokus pada kecerdasan linguistik dan logis-matematis, seperti membaca, menulis, dan matematika. Namun, teori Gardner memperluas pemahaman tentang kecerdasan dan memberikan pengakuan yang lebih luas terhadap bakat-bakat lain, seperti seni, musik, olahraga, dan kemampuan sosial. Ini mendorong inklusi dan apresiasi terhadap siswa yang memiliki kekuatan di bidang non-akademis.
  3. Metode Pengajaran Beragam
    Pendidik didorong untuk menggabungkan berbagai metode, seperti aktivitas fisik (kinestetik), visualisasi (spasial), diskusi kelompok (interpersonal), dan refleksi pribadi (intrapersonal), agar dapat menjangkau semua siswa.
  4. Evaluasi Lebih Luas
    Penilaian menjadi lebih beragam, tidak hanya terbatas pada ujian tertulis, tetapi juga proyek praktis, observasi, dan penilaian keterampilan interpersonal-intrapersonal, sehingga siswa dapat menunjukkan keunggulannya di berbagai bidang

Sebagai orang tua, memahami bahwa setiap anak memiliki kecerdasan yang unik adalah kunci untuk mendukung perkembangan mereka. Teori Multiple Intelligence dari Howard Gardner mengajarkan kita bahwa potensi anak tidak hanya diukur dari nilai akademis, tetapi juga dari berbagai jenis kecerdasan yang mereka miliki.

Dengan mendukung minat dan bakat anak di berbagai bidang, kita membantu mereka membangun kepercayaan diri dan mencapai kesuksesan dengan cara mereka sendiri. Mari kita terus mendampingi mereka dengan penuh kasih, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi bakat dan kemampuan yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka.

Sumber:

Aden, F., & Theodotou, E. (2019). Reggio Emilia and the arts approach: Two exceptional examples of multimodal learning in early years. Journal of Global Education and Research, 3(2), 158-167. 

Alkhudhair, Duna. (2014). Creativity and the Reggio Emilia Approach. The William & Mary Educational, 2(2), 52-57.

Explorers Early Learning. “ Exploring the Reggio Emilia Approach® to Early Childhood Education”. Diakses pada tanggal 05 maret 2024. https://eel.com.au/family/blog/exploring-the-reggio-emilia-approach-to-early-childhood-education/ 

Main, Paul. “Reggio Emilia”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://www.structural-learning.com/post/reggio-emilia 

Splash Learn. “What is Reggio Emilia Approach: Features, Benefits & Traits”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://www.splashlearn.com/blog/reggio-emilia-approach/ 

The Education Hub. “The Reggio Emilia approach”. Diakses pada tanggal 05 Maret 2024. https://theeducationhub.org.nz/the-reggio-emilia-approach/ 

Valentine, M. 2006. The Reggio Emilia Approach to Early Years Education. UK: Learning and Teaching Scotland.

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop