Anak Sering Bertanya “Kenapa”: Bagaimana Menghadapinya?

Reading Time: 4 minutes

Sub Topik:

  • Kapan Balita Mulai Bertanya?
  • Mengapa Balita Suka Bertanya “Kenapa?”
  • Bagaimana Orang Tua Menghadapi Kondisi ini?

Setiap orang tua pasti pernah mengalami momen lucu dan menggemaskan ketika anak mereka mulai bertanya. Pertanyaan-pertanyaan polos mereka, terutama yang penuh dengan kata “kenapa,” seringkali membuat kita sedikit kewalahan, tetapi juga memunculkan rasa ingin tahu yang besar tentang proses belajar anak. 

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi fenomena ini lebih dalam, dari kapan balita mulai bertanya, mengapa mereka suka bertanya “kenapa,” hingga bagaimana orang tua dapat menghadapi kondisi ini dengan bijak.

Kapan Balita Mulai Bertanya?

Anak biasanya mulai aktif bertanya pada usia sekitar 3-4 tahun. Pada usia 2 tahun, anak biasanya memiliki sekitar 50 kata dalam kosakatanya, cukup untuk mengucapkan kalimat sederhana dengan dua hingga empat kata. Namun setelah anak mulai memasuki usia 3 tahun, anak-anak mulai sering menanyakan pertanyaan “kenapa”. 

Pada saat ini, anak Anda sudah mulai mampu untuk melakukan percakapan dua arah dan kosakatanya juga terus berkembang hingga lebih dari 200 kata. Pada fase ini, anak sudah mencapai tahap-tahap penting dalam berbicara, jadi tidak mengherankan jika anak Anda yang berusia 3-4 tahun terus-menerus mengajukan pertanyaan.

Mengapa Balita Suka Bertanya “Kenapa?”

Fase dimana anak suka bertanya merupakan salah satu indikator yang menunjukkan adanya perkembangan yang baik dalam diri anak. Beberapa alasan yang butuh Anda ketahui mengapa anak suka bertanya, yaitu:

  1. Rasa Ingin Tahu Anak Semakin Tinggi
    Pada tahap ini, rasa ingin tahu anak tentang lingkungan sekitarnya semakin meningkat. Pertanyaan “kenapa” adalah cara mereka memahami dunia dan mencari penjelasan atas segala hal yang mereka lihat dan dengar. Ini bisa berarti Anda akan sering dimintai penjelasan sepanjang hari, mulai dari “Kenapa langit biru?”, “Kenapa kita harus makan sayur?”, hingga pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin sulit untuk dijawab.
  2. Perkembangan Kognitif (Sebab-Akibat)
    Pertanyaan “kenapa” adalah tanda positif dari perkembangan kognitif anak Anda. Mereka tidak hanya mengumpulkan fakta, tetapi juga belajar untuk memahami hubungan sebab-akibat dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis
  3. Mencari Perhatian Orang Tua / Pengasuh
    Alasan lain mengapa anak-anak terus bertanya adalah karena mereka menemukan bahwa pertanyaan itu dapat menarik perhatian kita dan yang lebih penting, mendapatkan tanggapan dari kita.
  4. Perkembangan Bahasa Anak
    Pada usia 3-4 tahun, anak mulai mengembangkan kemampuan bahasa yang memungkinkan mereka untuk mengekspresikan rasa ingin tahu. Bertanya menjadi salah satu cara dalam membantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa dan komunikasi mereka.

Bagaimana Orang Tua Menghadapi Kondisi ini?

Menjawab pertanyaan balita dengan cara yang tepat sangat penting untuk mendukung perkembangan mereka. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menghadapi anak-anak dalam fase ini:

  1. Gunakanlah Kata-Kata Sederhana
    Anak balita masih memiliki kosa kata yang masih terbatas, jadi gunakanlah kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Misalnya, jika anak bertanya “Kenapa pohon punya daun?”. Anda bisa menjawab, “Pohon punya daun karena daunnya menangkap cahaya matahari untuk membuat makanan. Ini seperti kita makan untuk mendapatkan energi, pohon juga membutuhkan cahaya matahari untuk hidup.”
  2. Gunakan Contoh Konkret
    Anak-anak belajar lebih baik melalui pengalaman nyata. Jadi, sebaiknya gunakan contoh konkret untuk menjelaskan konsep atau suatu fenomena. Misalnya, jika anak bertanya mengapa air bisa menguap, Anda bisa mendemonstrasikan dengan memanaskan air di atas kompor dan memperlihatkan proses penguapan.
  3. Beri Jawaban yang Ringkas
    Balita memiliki konsentrasi yang pendek, jadi berikan jawaban yang singkat dan langsung pada pokok permasalahan. Misalnya, jika anak bertanya “Kenapa mobil bisa bergerak?” Anda bisa menjawab, “Mobil bisa bergerak karena ada mesin di dalamnya yang membuat roda-rodanya berputar. Seperti saat kita berjalan, mobil juga punya ‘kakinya’ sendiri yang membuatnya bisa bergerak.”
  4. Ajak Anak untuk Berpikir Sendiri
    Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba menjawab pertanyaannya sendiri. Ini dapat merangsang pemikiran kritis dan kreativitas mereka. Misalnya, jika anak bertanya “Kenapa kucing bisa melompat tinggi?”, Anda bisa bertanya balik, “Bagaimana menurutmu? Apa yang kamu pikirkan?”
  5. Berikan Ruang untuk Bertanya Lebih Banyak
    Tunjukkan kepada anak bahwa Anda siap mendengarkan pertanyaan mereka dengan memberikan respon yang positif dan memberi tahu mereka bahwa mereka bisa bertanya kapan pun.
  6. Beri Perhatian Penuh
    Saat menjawab pertanyaan anak, pastikan Anda memberikan perhatian penuh kepada mereka. Duduklah di dekat mereka, lihat mata mereka, dan tunjukkan minat pada apa yang mereka katakan.
  7. Gunakan Buku atau Media Visual
    Buku anak-anak atau media visual seperti video pendidikan dapat membantu menjelaskan konsep-konsep kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh anak. 
  8. Jadilah Fleksibel
    Terkadang, pertanyaan anak balita bisa menjadi acak atau tidak terduga. Jika Anda tidak tahu jawabannya, jangan ragu untuk jujur dan mengatakan bahwa Anda tidak tahu dan ajak anak untuk mencari tahu bersama-sama.

Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan polos anak, kita tak hanya mengajar, tapi juga memperkuat hubungan emosional dengan mereka. Setiap “kenapa” adalah pintu menuju pemahaman lebih dalam bagi anak. Dengan kesabaran dan kasih sayang, kita bisa menjadi pemandu yang bijak dalam menjawab rasa ingin tahu mereka. Jadikan setiap momen tanya jawab sebagai petualangan berharga dalam peran kita sebagai orang tua.

Sumber:

Kids Health. “Communication and Your 2- to 3-Year-Old”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://kidshealth.org/en/parents/comm-2-to-3.html 

McKnight, E. “Best Ways to Handle The Toddler Why Phase”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://elisabethmcknight.com/toddler-why-stage/ 

Murkoff, H. “Why Toddlers Ask Why”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://www.whattoexpect.com/toddler/ask-heidi/why-why-why.aspx 

Oviahealth. “Toddlers and The “Why” Phase”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://www.oviahealth.com/guide/102399/parenting-toddlers-and-the-why-phase/ 

Sanford Health. “Why Does My Kid Always Ask ‘why’?”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://news.sanfordhealth.org/parenting/why-does-my-kid-always-ask-why/ 

Summit Kids. “Using the “Why” Phase to Promote Conversation with Your Young Child”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024, https://www.summitkids.com/blog/using-why-phase-to-promote-conversation-with-your-child/ 

Yanek, D. “7 Genius Comebacks for When Your Toddler Asks Why”. Diakses pada tanggal 05 Juni 2024. https://www.todaysparent.com/toddler/toddler-behaviour/genius-comebacks-for-when-your-toddler-asks-why/

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop