Perkembangan Sosial-Emosional Balita

Reading Time: 5 minutes

Perkembangan sosial-emosional pada balita adalah perjalanan yang penuh warna dan tantangan, di mana setiap langkah kecil membawa dampak besar bagi kehidupan mereka di masa depan.

Sebagai orang tua, memahami tahapan perkembangan ini bukan hanya penting, tapi juga merupakan bentuk kasih sayang dan dukungan yang akan membantu anak tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional dan mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang bagaimana Mom & Dad dapat mendukung perkembangan ini dengan penuh cinta dan perhatian!

Perkembangan Sosial-Emosional Balita

Perkembangan sosial-emosional pada balita adalah proses penting di mana anak belajar memahami dan mengelola emosi, juga berinteraksi dengan orang lain.

Kemampuan ini mencakup pengelolaan emosi, membangun hubungan yang sehat, dan mengembangkan empati. Keterampilan ini tidak hanya mendukung kesejahteraan anak, tapi juga memengaruhi cara mereka menjalin persahabatan dan menghadapi tantangan sosial di masa depan.

Saat balita tumbuh, mereka mulai mengekspresikan perasaan, berinteraksi dengan teman sebaya, dan belajar menghadapi emosi, seperti frustrasi atau kecewa. Ini membantu mereka membangun ketahanan emosional dan kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Misalnya, belajar berbagi atau meminta tolong adalah langkah awal yang penting untuk menjalin hubungan.

Tahapan atau Capaian Perkembangan Sosial-Emosional pada Balita

Seiring bertambahnya usia, anak akan mencapai berbagai tahapan penting dalam perkembangan sosial-emosionalnya.

  1. Ikatan dan Keterikatan (0 – 18 bulan)
    Balita membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pengasuh, memberikan rasa aman dan kepercayaan diri untuk eksplorasi.

  2. Kemandirian dan Eksplorasi (18 bulan – 3 tahun)
    Anak mulai mandiri, belajar mengekspresikan kebutuhan, berbagi, dan berinteraksi dengan orang lain.

  3. Regulasi Emosi dan Keterampilan Sosial (3 – 5 tahun)
    Balita mulai mengelola emosi, memahami empati, dan membangun persahabatan melalui interaksi sosial.

Untuk lebih rinci, berikut daftar capaian perkembangan yang dapat menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembang anak Mom & Dad!

2 – 3 bulan

  • Menjadi tenang ketika diajak bicara atau digendong;
  • Melihat wajah orang tua;
  • Tersenyum pada orang yang berbicara atau tersenyum padanya;
  • Menangis saat lapar, popok basah, lelah, atau ingin digendong.

4 – 5 bulan

  • Tersenyum untuk mendapatkan perhatian;
  • Mulai mengeluarkan suara tawa saat diajak tertawa;
  • Melihat orang tua, bergerak, atau bersuara untuk mendapatkan perhatian;
  • Tersenyum atau bersuara ketika melihat dirinya di cermin.

6 – 7 bulan

  • Merasa cemas ketika bertemu orang baru (familiar vs tidak familiar);
  • Mencari orang tua ketika membutuhkan bantuan (menunjukkan ketergantungan kepada orang tua atau pengasuh);
  • Merespon ekspresi emosi orang lain.

8 – 9 bulan

  • Menunjukkan berbagai ekspresi wajah, seperti senang, sedih, marah, atau terkejut;
  • Menoleh saat namanya dipanggil;
  • Bereaksi saat orang tua pergi (melihat, meraih, atau menangis);
  • Tersenyum atau tertawa saat diajak bermain “cilukba”.

10 – 12 bulan

  • Senang meniru perilaku orang yang sedang bermain di sekitarnya;
  • Menunjukkan minat terhadap orang-orang dan mainan tertentu;
  • Menguji reaksi orang tua terhadap perilakunya saat menyusui, seperti apa yang akan Mom & Dad lakukan jika dia menolak makanan;
  • Lebih memilih ibu atau pengasuh tetap dibandingkan dengan yang lainnya;
  • Mengulangi suara atau isyarat untuk mendapatkan perhatian.

13 – 15 bulan

  • Menunjukkan keinginan untuk menyenangkan orang tua/pengasuh seperti melakukan hal lucu atau membantu orang tua/pengasuh mengerjakan tugasnya;
  • Bermain sendiri;
  • Menunjuk pada objek untuk mengekspresikan minat (menunjuk dengan maksud untuk berkomunikasi), misal menunjuk boneka beruang karena menyukainya atau menginginkannya;
  • Menunjukkan empati (jika seseorang menangis, anak terlihat sedih);
  • Memeluk orang dewasa untuk mencari kenyamanan atau dukungan emosional. Contohnya ketika mendengar suara keras yang menakutkan, anak berlari ke arah ibu dan memeluknya untuk merasa aman;
  • Lebih memilih ibu atau orang yang sering merawatnya. Contohnya di tengah keramaian, anak lebih suka digendong oleh ibu daripada oleh orang lain yang kurang dikenal.

16 – 20 bulan

  • Anak mulai sadar akan keberadaan orang lain dan ingin diperhatikan;
  • Menjadi sadar akan diri sendiri dan merasa malu ketika menyadari bahwa orang lain memperhatikan dia;
  • Anak mulai mengembangkan imajinasinya dan belajar tentang berbagai peran sosial contohnya dengan bermain pretend-play (pura-pura);
  • Mulai menunjukkan rasa malu ketika melakukan kesalahan;
  • Menunjukkan sifat posesif dan egosentris—menganggap semua hal adalah miliknya;
  • Mulai menyadari bahwa orang lain memiliki perasaan yang berbeda-beda dan berusaha memahami perasaan orang lain.

22 – 24 bulan

  • Memperhatikan anak-anak lain dengan saksama;
  • Anak mulai mencoba menentang aturan atau menunjukkan perilaku yang sulit diatur;
  • Mulai menyembunyikan emosi untuk mengikuti aturan sosial;
  • Meniru perilaku orang lain, terutama orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar;
  • Semakin antusias dalam interaksi dengan anak-anak lain;
  • Mengalami peningkatan kecemasan terhadap perpisahan (separation anxiety)

24 – 29 bulan

  • Mau bermain bersama teman;
  • Mulai mampu mengendalikan emosi;
  • Kecemasan saat berpisah (separation anxiety) dengan orang tua/pengasuh mulai berkurang

30 – 33 bulan

  • Meniru aktivitas orang dewasa (misalnya menyapu, berbicara di telepon);
  • Mau untuk antri;
  • Menjadi lebih komunikatif dan ekspresif dengan wajah dan tubuhnya.

34 – 36 bulan

  • Mulai berbagi dengan teman tanpa harus diberitahu;
  • Bermain dengan imajinasi;
  • Merasa takut pada hal-hal yang hanya ada dalam imajinasi;
  • Menggunakan kata-kata untuk menjelaskan apa yang orang lain pikirkan.

4 Tahun

  • Anak mulai menunjukkan minat untuk “berbohong” kepada orang lain, sekaligus merasa khawatir jika mereka sendiri dibohongi;
  • Anak mulai memiliki teman bermain yang dipilih secara khusus;
  • Anak mampu memberi label pada perasaan mereka sendiri, seperti kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, dan kemarahan;
  • Anak mulai terlibat dalam permainan kelompok bersama teman-temannya.

5 Tahun

  • Berinteraksi dengan teman;
  • Meminta maaf saat melakukan kesalahan;
  • Menunjukkan respons positif terhadap keberhasilan teman secara lisan;
  • Mandiri dalam memilih kegiatan yang diinginkan;
  • Mulai mampu mengendalikan emosi dengan baik;
  • Memahami dan mengikuti peraturan;
  • Menghargai hasil karya sendiri;
  • Mau untuk berbagi, membantu, dan mendukung teman.

6 Tahun

  • Memiliki teman dengan jenis kelamin yang sama;
  • Mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan;
  • Merasa ingin menjadi seperti teman-temannya dan menyenangkan mereka;
  • Mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru;
  • Menunjukkan kehati-hatian terhadap orang asing;
  • Mematuhi aturan yang berlaku di kelas;
  • Mulai mampu mengatur diri sendiri;

Setiap anak tumbuh dengan laju perkembangannya sendiri. Capaian ini bukan alat untuk menilai, melainkan untuk memahami pola umum perkembangan dan menyesuaikan dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mengapa Orang Tua Perlu Memahami Perkembangan Sosial-Emosional Balita dan Tahapannya?

Memahami perkembangan sosial-emosional balita membantu Mom & Dad dalam memberikan dukungan yang tepat di setiap tahap tumbuh kembang anak. Dengan pengetahuan ini, Mom & Dad dapat mengenali kebutuhan anak, membangun ketahanan emosional, dan membimbing mereka dalam berinteraksi dengan orang lain.

Pemahaman ini juga memungkinkan Mom & Dad untuk menciptakan ikatan yang aman, mendorong kemandirian, serta mengajarkan empati dan keterampilan memecahkan masalah.

Dengan kesabaran dan perhatian yang tepat, Mom & Dad dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan emosional dan sosial anak, membuka jalan bagi mereka untuk berkembang menjadi individu yang sehat secara emosional dan sosial. Setiap langkah kecil yang kita ambil sebagai orang tua, memiliki dampak besar bagi masa depan anak.

Sumber: 

CTFRC. “Social-Emotional Development”. Diakses tanggal 20 Desember 2024. www.ctfrc.com/social-emotional-toddler-milestones.htm 

Kids Care Club. “What Are The 5 Stages of Child Development?”. Diakses tanggal 20 Desember 2024.  kidscareclub.com/what-are-the-5-stages-of-child-development/  

Michigan Department of Lifelong Education, Advancement, and Potential. “Social & Emotional Development Milestones for Toddlers”. Diakses pada tanggal 20 Desember. www.michigan.gov/mikidsmatter/parents/toddler/social  

Pathways. “What Are Social-Emotional Skills? | Child Development Skills”.  Diakses tanggal 20 Desember 2024. pathways.org/topics-of-development/social-emotional/  

Press Books. “Chapter 6: Social and Emotional Development in Infancy and Toddlerhood”. Diakses tanggal 20 Desember 2024. https://cod.pressbooks.pub/ecec1101/chapter/chapter-6-social-and-emotional-development-in-infancy-and-toddlerhood/ 

Virtual Lab School. “Social-Emotional Development: Infants and Toddlers”. Diakses tanggal 20 Desember 2024.  https://www.virtuallabschool.org/infant-toddler/social-and-emotional-development/lesson-2

Zero to Three. “24–36 Months: Social-Emotional Development”. Diakses tanggal 20 Desember 2024. https://www.zerotothree.org/resource/24-36-months-social-emotional-development/

Small knowledge is a great danger

Close Welcome Bar
0
0
Your Cart
Your cart is emptyReturn to Shop