Sub Topik:
Memberikan penanganan yang tepat sedini mungkin memperbesar peluang speech delay dapat teratasi dengan baik. Sebagai orang tua, Anda harus sigap mengambil langkah dan keputusan yang bijak dalam hal ini.
Untuk membantu Anda dalam menentukan langkah awal, dalam artikel ini akan diberikan gambaran beberapa penanganan yang mungkin Anda butuhkan dalam mendukung anak mengatasi speech delay.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Speech Delay?
Untuk mendiagnosis anak mengalami speech delay atau tidak tentunya tidak bisa mengandalkan hasil observasi kita saja. Dilansir dari Healthline, sekitar 10%-20% anak usia 2 tahun mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa yang gejalanya hampir mirip dengan speech delay. Oleh karena itu penting bagi orang tua memastikan indikasi tersebut ke profesional seperti dokter anak untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan mengamati pemeriksaan fisik baik pada mulut, langit-langit, lidah dan mungkin memeriksa pendengaran anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter akan merujuk Anda ke profesional lainnya seperti patologi bahasa-wicara (speech-language pathologist).
Para terapis akan melakukan melakukan tes standar dan mengukur pencapaian anak dalam standar perkembangan bicara sesuai usianya. Para terapis akan juga akan menilai:
a. Kemampuan reseptif anak (memahami bahasa)
b. Kemampuan ekspresif anak (menyampaikan perasaan dan ide)
c. Kondisi oral-motor anak
Ahli lainnya mungkin akan terlibat dalam penanganan atau perawatan anak speech delay seperti audiolog, ahli saraf dan layanan intervensi dini.
Cara Penanganan Speech Delay
Penanganan sedini mungkin memberikan potensi yang lebih besar untuk speech delay dapat diatasi dengan baik. Berikut beberapa penanganan yang dapat Anda pertimbangkan dan tentunya sesuai arahan professional yang Anda temui:
- Speech Therapy/Terapi Wicara
Speech Therapy atau Terapi wicara adalah terapi yang paling direkomendasikan untuk anak speech delay. Speech Therapy atau terapi wicara merupakan bantuan khusus yang diberikan kepada mereka yang mengalami gangguan komunikasi atau berbicara. Terapi ini dilakukan oleh profesional yang disebut speech-language pathologists (SLPs) atau terapis wicara.
Pada anak-anak, terapi wicara dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok tergantung pada jenis kesulitan dan kebutuhan anak. Beberapa hal yang mungkin dilakukan terapis adalah:
– Mendorong anak berinteraksi dengan anak lain melalui bermain ataupun bercerita
– Memberikan contoh bunyi dan suku kata yang benar saat bermain
– Menyediakan strategi dan panduan untuk orang tua tentang bagaimana melakukan terapi wicara di rumah.
Target dari terapi ini adalah mengembangkan kemampuan anak dalam bahasa reseptif, ekspresif dan kemampuan komunikasi sosial. - Terapi Okupasi
Terapi okupasi berhubungan erat dengan terapi wicara. Dalam hal ini, terapi okupasi berperan meningkatkan kemampuan berbicara anak. Para terapis akan membantu anak menggunakan gerakan tubuh untuk menghasilkan suara. Selain itu para terapis akan membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus yang dibutuhkan untuk berbicara. - VBT (Verbal Behaviour Therapy)
Terapi ini difokuskan pada anak-anak yang mengalami kesulitan berbicara atau berkomunikasi, terutama pada anak yang mengalami autisme. Therapy ini lebih dari sekedar mengajarkan anak mengucapkan kata dengan bunyi yang tepat, namun juga fokus pada penggunaan kata dan pemahaman makna yang tepat akan kata yang diucapkan. - Pengobatan Infeksi Telinga
Kemampuan berbicara anak dapat dipengaruhi oleh kemampuan mendengarnya. Jika anak mengalami masalah pendengaran, maka proses pemerolehan kosakata dan bunyi huruf tidak dapat dicapai secara optimal. Perlu bagi Anda memeriksakan telinga anak jika mengindikasi gejala speech delay pada anak.
Jika anak mengalami masalah pendengaran, Anda dapat membantu anak dengan menyediakan alat bantu dengar dan juga terapi pendengaran. Terapi pendengaran membantu anak untuk menggunakan alat bantu dengar secara optimal.
Berapa Lama Anak Membutuhkan Penanganan?
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), sekitar 5%-8% anak usia prasekolah (2-4 Tahun) mengalami speech delay. Disisi lain, University of Michigan Health System juga mencatat bahwa sekitar 5% hingga 10% anak usia prasekolah mengalami masalah serupa.
Penelitian menunjukkan bahwa speech delay yang tidak mendapat penanganan yang tepat dapat berdampak jangka panjang. Anak akan berisiko mengalami masalah sosial, perilaku dan kognitif saat dewasa nantinya.
Penyebab Speech Delay pada Anak
Setiap anak memiliki laju dan kebutuhan berbeda. Speech delay pada anak dapat membaik seiring bertambah usia, namun bagi sebagian anak butuh penanganan berkelanjutan selama bertahun-tahun akibat dari berbagai faktor seperti:
a. Jenis gangguan yang dialami
b. Tingkat keparahan
c. Kondisi kesehatan anak
d. Kelainan fisik anak
e. Frekuensi terapi atau latihan bicara
f. Kurangnya dukungan dari berbagai pihak terkait
Dimana Penanganan dan Perawatan Speech Delay dapat Diperoleh?
Untuk membantu Anda mendukung anak dalam mengatasi masalah ini, berbagai institusi sudah menyediakan fasilitas yang memberikan penanganan bagi anak-anak speech delay. Anda dapat menemukan bantuan di:
- Praktek terapi wicara
- Pusat perawatan rehabilitasi
- Sekolah berkebutuhan khusus
- Fasilitas penitipan anak yang mengkhususkan diri dalam terapi wicara
Anak mungkin memerlukan berbagai jenis penanganan dan durasi yang cukup lama. Kesabaran dan konsistensi Anda dapat memainkan peran penting dalam mendukung masalah ini dapat teratasi dengan baik. Selain berkolaborasi dengan para profesional, Anda juga dapat membantu anak dengan memberikan stimulasi yang mendorong berkembangnya kemampuan berbicara anak.
Anda dapat menemukan tips aktivitas untuk anak speech delay pada artikel kami yang berjudul “Ide Aktivitas untuk Mendukung Penanganan Speech Delay Anak”.
Sumber:
Autism Speak. “Verbal Behavior Therapy”. Diakses pada tanggal 22 November 2023. https://www.autismspeaks.org/verbal-behavior-therapy
Chicago Occupational Therapy. “How Occupational Therapy Can Support Speech Therapy Services”. Diakses pada tanggal 22 November 2023. https://chicagooccupationaltherapy.com/uncategorized/how-occupational-therapy-can-support-speech-therapy-services/
Cleveland Clinic. “Speech Therapy”. Diakses pada tanggal 22 November 2023. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22366-speech-therapy
National Library of Medicine. “What is speech therapy?”. Diakses pada tanggal 22 November 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK561506/
Pietrangelo, Ann. “Does My Toddler Have a Speech Delay?. Diakses pada tanggal 22 November 2023. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#summary
Trisha Sunderajan, Sujata V. Kanhere. (2019). Speech and language delay in children: Prevalence and risk factors: Journal of Family Medicine and Primary Care, 8 (5)
Wallace IF, et al. (2015). Screening for Speech and Language Delay in Children 5 Years Old and Younger: A Systematic Review. Paediatrics, 135(5), 1-11.


